Kanalmusikindonesia.com – Penyanyi Keisya Levronka kembali menunjukkan evolusi bermusiknya lewat album terbaru bertajuk “rombak”. Album ini menjadi salah satu langkah paling berani dalam perjalanan kariernya, dengan perubahan warna musik yang lebih kuat dan dinamis.
Dikenal luas lewat lagu balada seperti Tak Ingin Usai, Keisya kini menghadirkan pendekatan berbeda. Dalam “rombak”, ia tidak lagi hanya menyuarakan kesedihan secara lirih, tetapi juga mengubah emosi menjadi energi yang lebih tegas dan berdaya.
Album ini mengusung nuansa pop-rock yang terinspirasi dari era 2000-an. Aransemen musik terdengar lebih penuh dengan dominasi gitar serta sentuhan full-band yang membuat keseluruhan lagu terasa lebih hidup dan anthemic.
Meski begitu, Keisya tetap mempertahankan ciri khasnya, yakni kejujuran emosional dalam setiap lagu. Hal ini membuat “rombak” terasa sebagai perpaduan antara eksplorasi musikal dan kedalaman perasaan.
Salah satu lagu yang menjadi sorotan adalah “Aku Bukan Dia”. Lagu ini mengangkat tema hubungan yang tidak utuh, ketika seseorang menyadari dirinya bukan prioritas dalam hati pasangannya. Ditulis oleh Lafa Pratomo dan Paul Aro, lagu tersebut menghadirkan dinamika emosional yang kuat dengan balutan pop-rock intens.
Selain itu, lagu “Tak Pantas Terluka (Lagi)” juga hadir dalam versi baru yang lebih energik. Lagu ini sebelumnya dikenal dalam versi balada, namun kemudian mengalami transformasi setelah versi band-nya viral di media sosial. Versi terbaru ini membawa emosi yang lebih meledak dan terasa cathartic.
Secara keseluruhan, “rombak” tidak hanya menawarkan perubahan dari sisi musik, tetapi juga mencerminkan pertumbuhan personal Keisya. Lagu-lagu seperti “Lukis Hari Ini” hingga “Rayakanlah” menggambarkan perjalanan emosi yang beragam, mulai dari kesedihan hingga perayaan diri.
Sejak dikenal melalui ajang Indonesian Idol, Keisya Levronka memang dikenal memiliki karakter vokal yang kuat. Lewat album ini, ia menunjukkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan mendefinisikan ulang identitas musikalnya.
Album “rombak” menjadi penanda bahwa perubahan bukan berarti meninggalkan jati diri, melainkan menemukan cara baru untuk menyampaikan emosi dengan lebih kuat dan hidup.

