Kanalmusikindonesia.com – Vokalis band Kotak, Tantri, mengungkap perkembangan terbaru terkait kasus dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh seseorang bernama Popi. Ia menyebut laporan polisi (LP) telah dibuat oleh para korban dan kini proses hukum masih terus berjalan.
Tantri mengatakan hingga saat ini terduga pelaku belum memenuhi panggilan atau menunjukkan itikad baik untuk menemui para korban. Namun, ia mendapat informasi bahwa orang tersebut sempat menghubungi beberapa rekan kerjanya sehingga keberadaannya kini tengah ditelusuri.
“Kasus tentang Popi itu sudah LP. Yang melapor memang para korban. Saya bersama korban-korban sudah sampai status itu dan sampai detik ini memang orangnya belum datang. Terakhir kabarnya dia sudah berani chat beberapa rekan kerjanya, sekarang lagi dideteksi posisinya di mana,” ujar Tantri.
Pelantun Beraksi itu mengaku mendapat dukungan besar dari banyak pihak yang ikut membantu mencari keberadaan terduga pelaku. Ia berharap persoalan tersebut segera menemukan titik terang agar yang bersangkutan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Banyak banget yang support, banyak banget yang kasih saya bantuan mencari titik lokasi dia di mana. Saya berharap dia segera muncul dan mempertanggungjawabkan semua hal yang sudah dia lakukan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Tantri juga mengungkap kerugian yang dialaminya mencapai angka ratusan juta rupiah. Meski enggan menyebut nominal secara rinci, ia menyebut uang tersebut merupakan salah satu tabungan yang telah dipersiapkan.
“Kalau saya sendiri tiga digit. Itu salah satu tabungan,” katanya.
Meski sempat terpukul hingga menangis, Tantri memilih memaknai kejadian tersebut sebagai pelajaran hidup. Ia mengaku berusaha ikhlas dan percaya setiap cobaan memiliki hikmah.
“Awalnya iya, masih kepikiran kenapa akhirnya saya kena begini. Tapi saya mencoba berpikir setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Mungkin ini salah satu cara Allah membersihkan harta saya. Saya belajar banyak dari kasus ini,” tuturnya.
Meski secara pribadi telah berusaha mengikhlaskan kerugian yang dialami, Tantri menegaskan proses hukum tetap harus berjalan. Alasannya, ia tidak ingin semakin banyak orang menjadi korban.
“Kalau urusan manusiawinya insya Allah saya bisa mengikhlaskan. Tapi saya nggak ingin korbannya makin banyak. Ternyata ada yang cerita ke saya kalau sejak 2017 mereka sudah jadi korban, tapi waktu itu tidak dilanjutkan ke jalur hukum. Mereka minta saya mengangkat lagi kasus ini karena khawatir ke depannya dia melakukan hal yang sama,” ungkap Tantri.
Di tengah persoalan tersebut, Tantri mengaku mendapat dukungan penuh dari sang suami yang membantunya bangkit. Bahkan, ia memilih menghadapi situasi itu dengan santai saat ditanya cara mengembalikan suasana hatinya.
“Dikasih bakso aja,” ucapnya sambil bercanda.
Tantri juga mengaku peristiwa tersebut mengubah cara pandangnya dalam mempercayai orang lain. Ia dan sang suami kini akan lebih berhati-hati dalam memilih teman maupun rekan kerja.
“Saya belajar banyak tentang cara memilih teman. Saya sama suami memang orangnya nggak enakan, jadi gampang percaya sama orang. Sekarang screening-nya akan lebih berlapis lagi,” katanya.
Di balik cobaan tersebut, Tantri bersyukur karier bersama Kotak tetap berjalan baik. Ia mengungkapkan band yang digawanginya akan merilis lagu baru pada Agustus mendatang setelah empat tahun vakum merilis karya.
“Alhamdulillah pekerjaan masih ada. Agustus Kotak mau rilis lagu. Ini penantian panjang karena empat tahun Kotak nggak rilis album atau lagu. Ini lagu pertama Kotak secara independen,” jelasnya.
Menurut Tantri, lagu terbaru tersebut akan mengembalikan identitas Kotak sebagai band rock seperti di era awal mereka. Selain itu, lagu tersebut membawa pesan penyemangat bagi masyarakat yang sedang menghadapi tantangan ekonomi.
“Kita ingin mengembalikan roots-nya Kotak ke era lagu-lagu rock. Judul lagunya lebih kepada penguatan untuk orang-orang yang saat ini ekonominya sedang tidak baik-baik saja. Semoga lagu ini bisa mendorong orang untuk bangkit dan memberikan sesuatu yang lebih baik, minimal untuk diri sendiri,” tutup Tantri.

