Kanalmusikindonesia.com – Bernadya siap membuka babak baru dalam perjalanan musiknya lewat showcase album kedua yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Dibandingkan showcase sebelumnya di Graha Bhakti Budaya, pemilihan venue yang lebih besar disebut sebagai langkah naik kelas sekaligus tantangan baru bagi penyanyi berusia 21 tahun itu.
Perwakilan manajemen Bernadya, Boim, mengatakan keputusan memilih Tennis Indoor Senayan bukan tanpa alasan. Menurutnya, panggung dengan kapasitas lebih besar menjadi lompatan yang diperlukan untuk perkembangan karier Bernadya.
“Ini lompatan yang diperlukan. Setelah sebelumnya di Graha Bhakti Budaya, sekarang pindah ke Tennis Indoor adalah tantangan baru. Bernadya harus menaklukkan panggung yang lebih besar dengan penonton indoor stadium,” kata Boim dalam konferensi pers jelang showcase.
Di sisi lain, Bernadya mengaku tidak mengetahui secara langsung keputusan soal venue. Ia bahkan baru mendengar kabar tersebut dari rekan kerjanya.
“Aku malah taunya bukan dari Mas Boim. Lagi main ke rumah teman, terus dia bilang, ‘Nanti gue kerja di showcase lo di Tennis Indoor.’ Aku sampai bilang, ‘Hah? Makasih infonya,'” ujar Bernadya sambil tertawa.
Pelantun lagu Satu Bulan itu mengaku biasanya hanya menyampaikan berbagai ide mengenai konsep pertunjukan kepada tim. Sementara keputusan teknis, termasuk pemilihan lokasi, sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen.
“Aku selalu punya ide kalau suatu saat bikin konser atau showcase, tapi aku enggak pernah tahu venue mana yang akhirnya dipilih. Ternyata akhirnya di Tennis Indoor,” tuturnya.
Meski album keduanya baru dirilis sekitar dua pekan lalu, Bernadya mengaku waktu terasa berjalan sangat cepat karena rasa gugup yang terus menghantuinya menjelang pertunjukan.
“Jujur berasa cepat karena aku nervous. Tiap hari rasanya kayak, ’10 hari lagi, tiga hari lagi.’ Isinya mulas dan panik terus,” ungkapnya.
Untuk memberikan pengalaman berbeda kepada penonton, Bernadya menggandeng kreator pertunjukan Edy Kemot. Menurutnya, showcase kali ini dipersiapkan lebih matang dengan alur cerita dan treatment khusus di setiap lagu.
“Karena ini sebuah lompatan, semuanya dipersiapkan jauh lebih serius. Setiap lagu punya treatment yang benar-benar dipikirkan,” katanya.
Sementara itu, Edy Kemot menjelaskan konsep pertunjukan akan mengangkat tema mimpi dengan sentuhan era 2000-an. Penonton akan diajak mengikuti perjalanan emosional Bernadya melalui rangkaian visual dan aransemen yang telah disusun secara khusus.
Selain membawakan seluruh lagu dari album terbaru, Bernadya juga menyiapkan sesi sing along dengan sejumlah lagu yang diaransemen ulang agar memberikan pengalaman berbeda bagi para penggemarnya.
Tak hanya itu, Boim turut membocorkan bahwa Bernadya sudah mulai menjalani proses rekaman untuk karya berikutnya. Meski belum mengungkap detail, ia memberi sinyal akan ada rilisan baru yang ditargetkan hadir menjelang Pestapora.

