Kanalmusikindonesia.com – Musisi sekaligus penyanyi Isyana Sarasvati kembali menunjukkan sisi eksploratif bermusiknya lewat lagu bertajuk “BURN”, salah satu trek andalan dari album terbarunya, EKLEKTIKO.
Lewat “BURN”, Isyana menghadirkan perpaduan unik antara elemen pop, elektronik, dan metal yang menjadi salah satu eksperimen musikal paling berani dalam perjalanan kariernya sejauh ini.
Selaras dengan konsep besar album EKLEKTIKO, lagu “BURN” menjadi representasi dari kebebasan bereksplorasi tanpa batas genre. Demi mengeksekusi cetak biru musik yang gahar sekaligus presisi, Isyana tidak main-main dalam memilih rekan kolaborasi. Ia memboyong tiga nama besar yang sudah sangat disegani di skena musik keras tanah air, yang juga merupakan eks personel band death metal legendaris DeadSquad.
Isyana mendapuk Karis untuk mengisi departemen gitar, Shadu Rasjidi di lini bass, serta Agustinus Widi yang tidak hanya didaulat mengisi vokal scream dan growl, tetapi juga ikut dalam proses kreatif penulisan lirik.
Guna memperkuat fondasi futuristiknya, formasi ini disempurnakan oleh sentuhan Kenan Loui yang bertugas membangun elemen elektronik lewat barisan synthesizer, keyboard, dan efek suara, sehingga karakter trance metal dalam lagu ini terasa semakin modern dan intens.
Lagu “BURN” sendiri lahir di bawah Chapter ABADHI dan dipilih oleh Isyana sebagai fokus trek utama karena karena dianggap merepresentasikan energi paling eksplosif dari keseluruhan album.
“BURN adalah salah satu track di album yang paling merepresentasikan makna EKLEKTIKO. Perpaduan antara pop, electronic, dan metal melahirkan warna baru yaitu Trance Metal (Dance Metal) yang jadi eksplorasi baru untukku. Sebagai pribadi yang kinestetik, aku menciptakan lagu ini untuk menemani teman-teman beraktivitas, terutama saat berolahraga. Semoga ‘BURN’ bisa jadi pemicu semangat untuk menjalani hari,” ujar Isyana Sarasvati dalam siaran pers yang diterima Medcom.id pada Senin, 25 Mei 2026.
Tak hanya kuat dari sisi audio, kekuatan “BURN” juga diperluas lewat video musik berskala besar yang menampilkan Isyana bersama 60 penari. Visualisasi tersebut dikemas lewat koreografi intens dan sinematik yang mempertegas energi liar sekaligus teatrikal dari lagu ini.

