Kanalmusikindonesia.com — Musisi sekaligus vokalis KLa Project, Katon Bagaskara, mengalami kendala saat hendak kembali ke Indonesia dari Swiss. Ia mengaku sempat terdampar di Bandara Internasional Cointrin, Jenewa, setelah ditolak melakukan check-in oleh maskapai Etihad Airways.
Katon mengungkapkan pengalaman tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin, 7 September 2026. Saat itu, ia seharusnya terbang dari Jenewa menuju Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
Namun, rencana kepulangannya mendadak terkendala ketika pihak Etihad mempertanyakan persoalan visa transit di Abu Dhabi.
“Gue mau kasih tahu gue terdampar di Geneva Airport. Harusnya gue berangkat ke Abu Dhabi, transit di sana, baru ke Cengkareng,” ujar Katon dalam unggahannya.
Menurut Katon, pihak maskapai tidak mengizinkannya melanjutkan penerbangan karena adanya kekhawatiran mengenai status visa apabila dirinya harus berada di Abu Dhabi dalam situasi penerbangan lanjutan menuju Jakarta mengalami gangguan.
“Tapi pihak Etihad tidak mengizinkan gue berangkat karena mungkin mereka ada keraguan kalau di Abu Dhabi gue jadi ngerepotin, enggak bisa visa transit,” lanjutnya.
Hubungi KBRI Jenewa dan Abu Dhabi
Menghadapi situasi tersebut, Katon bersama tim kemudian berupaya mencari bantuan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jenewa dan KBRI di Abu Dhabi.
Ia berharap persoalan administrasi penerbangan tersebut dapat segera diselesaikan. Namun, saat itu Katon mengaku masih harus menunggu kepastian dari pihak maskapai.
“KBRI lagi dikontak-kontak. KBRI Jenewa, maupun KBRI di Abu Dhabi. Semoga ada segera solusi karena Etihad sendiri masih tetap membuang badan dan enggak kasih kabar. Kita suruh tunggu satu jam,” kata Katon.
Kondisi tersebut membuat Katon dan kru yang bersamanya merasa panik. Terlebih, menurut pengakuannya, informasi penerbangan pada situs resmi Etihad masih menunjukkan jadwal yang seolah berjalan normal.
Dalam kolom komentar unggahannya, Katon juga mempertanyakan status penerbangannya karena belum menerima kepastian apakah tiket tersebut masih dapat digunakan.
Khawatir Tiket Hangus dan Visa Swiss
Katon kemudian meminta bantuan warganet, khususnya mereka yang memiliki koneksi dengan Etihad Airways di Indonesia, agar dapat membantu mencarikan solusi.
Ia juga mengkhawatirkan masa berlaku visa Swiss yang dimilikinya serta kemungkinan tiket penerbangannya hangus akibat kendala tersebut.
“Tolong teman-teman yang ada koneksi di Etihad Indonesia, mohon bantuannyaa ya. Ini bagaimana ya? tiketku hangus? Visa Swiss juga harus di-extend kan perlu bukti supaya bisa dapat solusi. PLIS DONG TEMAN-TEMAN BANTUIN YA,” tulis Katon.
Secara terpisah, informasi Etihad menyebut bahwa masuk ke Uni Emirat Arab tetap bergantung pada pemeriksaan dokumen di bandara.
Akhirnya Dapat Kepastian Pulang
Setelah sekitar enam jam berada dalam ketidakpastian di Swiss, Katon akhirnya memperoleh kabar terbaru mengenai penerbangannya.
Dalam unggahan berikutnya pada Selasa, 8 September 2026, Katon menyampaikan bahwa pihak Etihad telah memberikan kepastian jadwal penerbangan baru.
“Gue cuma mau update setelah akhirnya terombang-ambing 6 jam, baru Etihad memberi kabar bahwa pesawat gue confirm, kompak sama check-in desk,” ujar Katon.
Ia kemudian mendapat jadwal penerbangan dari Jenewa menuju Indonesia dengan transit di Abu Dhabi. Kali ini, tujuan awal di Indonesia adalah Denpasar, Bali, sebelum perjalanan dilanjutkan menuju Jakarta.
Katon juga menyampaikan apresiasi kepada pihak KBRI yang telah membantu mencarikan solusi atas persoalan yang dialaminya.
Meski akhirnya mendapat kepastian, Katon tetap memberikan kritik kepada Etihad terkait perbedaan informasi antara sistem di situs maskapai dan kondisi yang disampaikan petugas check-in di bandara.
Ia berharap ke depannya informasi mengenai status penerbangan dapat lebih sinkron sehingga penumpang tidak dibuat bingung dan panik.
“Thank you Etihad udah mendengarkan omongan gue, tapi lain kali dibuat aja dong yang kompak gitu lho, antara check-in desk dan web-nya,” kata Katon.
Katon diketahui berada di Swiss sejak akhir Agustus 2026 untuk mengikuti sebuah pertunjukan musik di Musikschule Konservatorium di kawasan Kota Tua Bern pada 30 Agustus 2026.
Persoalan kepulangannya terjadi di tengah gangguan penerbangan menuju Jakarta yang berkaitan dengan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut turut menjadi faktor yang membuat perjalanan Katon menuju Indonesia mengalami perubahan.
Dengan adanya kepastian penerbangan baru, Katon pun dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia setelah sebelumnya sempat tertahan selama berjam-jam di Bandara Jenewa.

