Kanalmusikindonesia.com — Aktor Galih Ginanjar mengungkapkan keseriusannya untuk mengembangkan karier di dunia musik, khususnya sebagai disc jockey (DJ). Setelah cukup lama dikenal melalui dunia seni peran, Galih kini memilih untuk lebih fokus menekuni aktivitasnya di dunia DJ sekaligus mempersiapkan karya musik perdananya.
Galih mengatakan, kiprahnya sebagai DJ sebenarnya sudah dimulai sejak 2014. Kala itu, ia mulai tampil di sejumlah tempat di Jakarta. Namun, kesibukan di dunia sinetron membuatnya harus menghentikan aktivitas tersebut.
“DJ itu 2014 aku mulai jalan. 2014 sampai 2015 sudah mulai jalan di Jakarta. Cuma karena 2015 sempat ada judul yang tayang, akhirnya mundur. Jadi nggak nge-DJ lagi karena kita pentingin sinetron pada saat itu,” ujar Galih.
Setelah beberapa tahun vakum, Galih kembali menekuni dunia DJ pada 2021. Namun, aktivitasnya saat itu masih lebih banyak dilakukan secara online.
Barulah pada 2024, Galih mulai kembali tampil secara offline dan secara perlahan membangun kariernya sebagai DJ.
Kini, Galih tidak hanya ingin tampil membawakan musik milik orang lain. Ia juga mulai mengembangkan karya sendiri. Salah satunya adalah sebuah single yang saat ini masih dalam tahap mastering.
Single tersebut disebut memiliki judul “Hey Money”. Menurut Galih, lagu tersebut menjadi karya yang cukup personal karena terinspirasi dari pengalaman hidupnya serta lingkungan di sekitarnya.
“Terinspirasi dari kehidupan. Pertama kehidupan sendiri, yang kedua lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Galih menjelaskan, lagu tersebut dibuat oleh manajernya, Bias. Sang manajer kemudian menawarkan lagu tersebut kepada Galih dan meminta pendapatnya apakah lagu tersebut sesuai dengan karakter serta kehidupannya.
“Jadi lagu itu karya dari manajer aku, Bias. Dia nyuruh, ‘Galih, ini gue bikin lagu kayak gini, enak nggak?’ Kalau menurut gue yang sesuai dengan kehidupan gue, itu yang gue pilih, Hey Money,” jelas Galih.
Untuk aransemen dan versi remix, Galih juga melibatkan timnya. Ia menyebut dirinya ingin membawa warna musik yang sesuai dengan perkembangan musik yang sedang diminati, terutama untuk mendukung penampilannya sebagai DJ.
Menurut Galih, memiliki karya sendiri menjadi nilai tambah bagi seorang DJ. Selain dapat menjadi identitas, karya tersebut juga dapat membuat penampilan seorang DJ memiliki ciri khas tersendiri.
“Karena sekarang di dunia DJ itu kebanyakan DJ pasti bawain lagunya sendiri. Untuk nilai plus ke klub kalau kita sudah punya karya,” katanya.
Galih juga mengaku tertarik mengembangkan genre musik yang menurutnya sedang banyak diminati. Ia ingin memadukan aktivitas DJ dengan karya musik sehingga penampilannya tidak sekadar memainkan lagu orang lain.
Tak Gentar dengan Komentar Netizen
Keputusan Galih untuk kembali terjun ke dunia musik tentu tidak lepas dari kemungkinan munculnya komentar dari masyarakat maupun netizen. Namun, ia mengaku tidak terlalu mempedulikan anggapan orang lain.
Menurut Galih, pengalaman menghadapi berbagai komentar publik pada masa lalu membuatnya lebih memilih untuk fokus pada apa yang sedang dijalani.
“Kalau gue sih orangnya nggak pernah dengerin omongan netizen. Tahun 2019 semua orang ngomongin gue, gue mau diem-diem aja,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya ingin terus mencoba hal-hal baru selama memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengembangkannya.
“Kalau gue masih dengan stres aja, gue lurus aja. Gue punya kemampuan, kita mencoba sesuatu di dunia musik, warna baru di dunia entertainment. Jalanin aja. Toh nanti rezeki akan menentukan, bakal bagus atau tidak. Bukan mulut orang,” tutur Galih.
Memilih Fokus di Dunia DJ
Galih juga menjelaskan alasan dirinya kini lebih memilih serius mengembangkan karier sebagai DJ dibandingkan kembali sepenuhnya ke dunia sinetron.
Menurutnya, dunia DJ memberikan peluang untuk terus bekerja di berbagai tempat. Ia menilai jadwal tampil sebagai DJ dapat memberikan ruang lebih luas untuk membangun aktivitas profesionalnya.
Galih bahkan mengungkapkan prinsipnya terkait pekerjaan dan penghasilan. Ia tidak ingin mengambil keputusan yang menurutnya justru dapat membuat dirinya kehilangan kesempatan bekerja dalam waktu panjang.
“Kalau memang tujuannya bekerja, pasti bekerja,” katanya.
Selain itu, Galih mengaku saat ini dirinya ingin menghindari terlalu banyak aktivitas yang justru dapat mengganggu pekerjaannya.
Punya Cara Sendiri Hadapi Pengunjung Klub
Sebagai DJ yang tampil di klub, Galih tentu bertemu dengan banyak orang, termasuk pengunjung perempuan. Namun, ia mengatakan dirinya berusaha tetap menjaga batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Galih mengungkapkan, dirinya biasanya datang tidak lama sebelum jadwal tampil dan langsung pulang setelah pekerjaannya selesai.
“Kalau manajer aku selalu bilang, misalnya aku perform jam 1, aku datang setengah 1, kalau enggak jam 12. Habis perform paling jam 2 atau setengah 3, ya sudah habis itu pulang. Tidak banyak nongkrong, biar kita lebih banyak istirahat,” ujarnya.
Ketika ada pengunjung yang ingin berinteraksi saat dirinya tampil, Galih mengaku tetap menyambutnya selama masih dalam batas yang wajar.
Namun, untuk urusan nomor telepon pribadi, Galih memiliki cara tersendiri. Ia memilih memberikan nomor kontak manajernya.
“Kalau misalnya ada yang minta nomor telepon, gue kasih nomor telepon manajer gue,” katanya sambil bercanda.
Ingin Lebih Serius sebagai DJ
Ke depan, Galih memastikan dirinya ingin lebih serius menjalani karier sebagai DJ. Ia mengaku sebelumnya sempat kesulitan membagi waktu antara pekerjaan di dunia akting dan DJ.
Ketika jadwal syuting dan penampilan sebagai DJ bertabrakan, Galih harus menentukan pilihan. Karena itu, untuk saat ini ia memilih memprioritaskan dunia DJ.
“Sepertinya sih akan lebih serius lagi di dunia DJ. Untuk saat ini aku orangnya nggak mau bercabang-cabang,” ujarnya.
Galih mengatakan, sebelumnya ia menjalankan pekerjaan syuting sekaligus DJ sehingga jadwal keduanya kerap berbenturan.
“DJ dijalanin, syuting dijalanin. Akhirnya bentrok antara schedule shooting sama DJ, pusing, akhirnya harus memilih satu. Nah kalau sekarang lebih baik DJ dulu jalan,” katanya.
Meski demikian, Galih mengaku masih menerima tawaran untuk bermain sinetron. Hanya saja, ia akan mempertimbangkan jadwal pekerjaan tersebut agar tidak kembali berbenturan dengan aktivitasnya sebagai DJ.
Dengan keseriusannya di dunia musik, Galih kini tidak hanya ingin dikenal sebagai aktor, tetapi juga membangun identitas baru sebagai DJ sekaligus musisi dengan karya sendiri. Single perdananya yang masih dalam tahap mastering pun menjadi salah satu langkah awal Galih untuk memperluas kiprahnya di industri musik.

