Kanalmusikindonesia.com – Penyanyi Andien Aisyah berbagi cerita mengenai pentingnya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini sekaligus mengungkap perjalanan panjangnya dalam memperjuangkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Hal itu disampaikan Andien saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (11/10/2026), setelah menghadiri talkshow Langkah Membumi yang membahas mengenai pola hidup berkelanjutan atau sustainable living.
Dalam kesempatan tersebut, Andien membawakan topik bertajuk Home Sweet Home, How Sweet It Is. Ia membahas bagaimana menciptakan kenyamanan di rumah melalui pola hidup yang lebih sadar, bijaksana, dan berkelanjutan.
Menurut Andien, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari pilihan-pilihan sederhana yang dilakukan setiap anggota keluarga, termasuk orang tua dalam mendidik anak.
Ia meyakini bahwa kebiasaan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak, terutama dalam membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan.
“Setiap pilihan-pilihan kecil kita sebagai orang tua, itu sedikit banyak pasti akan memengaruhi seperti apa pilihan-pilihan anak di rumah,” ujar Andien.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap aktivitas manusia memiliki dampak terhadap lingkungan. Mulai dari sampah yang dihasilkan hingga pengaruhnya terhadap laut, udara, dan bumi secara keseluruhan.
Karena itu, Andien menilai penting bagi orang tua untuk memberikan contoh nyata kepada anak-anak, bukan sekadar menyampaikan nasihat.
Andien Pilih Beri Contoh Langsung kepada Anak
Dalam menerapkan pola hidup berkelanjutan di lingkungan keluarga, Andien berpegang pada prinsip bahwa anak-anak cenderung meniru perilaku orang-orang di sekitarnya.
Ia menyebut pendekatan tersebut dengan istilah children see, children do. Artinya, anak akan melihat perilaku orang tua dan kemudian menirunya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Andien, memberikan contoh secara langsung menjadi salah satu cara yang lebih efektif untuk membangun kebiasaan positif pada anak.
“Jadi ketimbang dibilangin banyak-banyak, lebih seru buat kita adalah untuk melakukan di depan mata mereka, sehingga mereka akan mengadopsi gaya hidup tersebut sebagai sebuah kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari,” tuturnya.
Salah satu kebiasaan yang mulai diterapkan di rumahnya adalah memilah sampah. Ia menyebut anak-anaknya juga ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Selain membiasakan anak memilah sampah, Andien menilai komunikasi yang baik juga menjadi bagian penting dalam proses edukasi.
Orang tua, menurutnya, perlu memberikan pemahaman kepada anak mengenai alasan di balik kebiasaan yang diterapkan. Dengan begitu, anak tidak hanya mengikuti aturan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan.
“Jadi kalau buat kita ya itu komunikasi, kemudian kita juga mencontoh,” katanya.
Andien menyadari bahwa kesadaran masyarakat mengenai persoalan sampah dan pola hidup berkelanjutan masih perlu terus ditingkatkan.
Ia menilai kegiatan edukasi seperti Langkah Membumi menjadi salah satu upaya untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih ramah lingkungan.
Dirikan Sekolah Gratis untuk Anak Pemulung Sejak 2022
Selain berbicara mengenai lingkungan, Andien juga menceritakan perjalanan sosialnya melalui pendirian Sekolah Anak Percaya, sebuah sekolah gratis yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga pemulung.
Ia mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut mulai dibangun pada 2022. Nama Sekolah Anak Percaya terinspirasi dari lagu miliknya yang berjudul Percaya.
Saat pandemi Covid-19, Andien menjual royalti lagu tersebut melalui skema non-fungible token (NFT). Hasil yang diperoleh kemudian dijadikan modal awal untuk mendirikan sekolah gratis tersebut.
Bagi Andien, gagasan mendirikan sekolah berawal dari pengalamannya ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat di kampung pemulung.
Dari pertemuan tersebut, ia melihat bahwa pendidikan menjadi salah satu kebutuhan penting yang perlu mendapatkan perhatian.
Ia juga berdiskusi dengan sejumlah pihak yang telah mengelola sekolah gratis dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Dalam prosesnya, Andien menemukan bahwa persoalan akses pendidikan bukan hanya berkaitan dengan keinginan anak untuk bersekolah, melainkan juga berbagai kendala lain, termasuk persoalan administrasi kependudukan.
Pengalaman tersebut membuatnya terdorong untuk ikut mencari solusi agar anak-anak yang menghadapi keterbatasan tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan.
“Jadi akhirnya aku bilang, ya sudah kalau memang belum ada solusinya, justru aku yang akan jadi solusinya. Yuk kita cari solusinya,” ungkap Andien.
Seiring berjalannya waktu, Sekolah Anak Percaya berkembang dan hadir di sejumlah lokasi. Andien menyebut beberapa titik yang telah dijangkau, di antaranya Pondok Kopi, Joglo, Jurangmangu, dan Rawabebek.
Perluas Jangkauan Pendidikan hingga Kampung Pengupas Kerang
Upaya Andien memperluas akses pendidikan tidak berhenti di kawasan kampung pemulung.
Ia juga menceritakan pengalaman ketika menemukan sebuah kampung yang sebagian besar warganya bekerja sebagai pengupas kerang.
Kampung tersebut menjadi lokasi kelima yang dijajaki untuk penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar Sekolah Anak Percaya.
Andien mengaku baru pertama kali melihat secara langsung kondisi kehidupan masyarakat di kampung tersebut. Ia juga menemukan banyak anak yang mengalami putus sekolah.
Kondisi itu membuatnya semakin menyadari bahwa persoalan pemerataan pendidikan masih menjadi tantangan, termasuk di wilayah Jakarta.
Ia mengatakan, proses pendekatan dengan masyarakat setempat telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Namun, kegiatan belajar-mengajar di lokasi tersebut baru dapat diselenggarakan pada Oktober 2026.
Menurut Andien, proses tersebut membutuhkan waktu dan pendekatan agar kegiatan pendidikan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Baginya, membuka akses pendidikan di kawasan yang menghadapi keterbatasan merupakan salah satu upaya untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak.
Terinspirasi dari Orang Tua untuk Berbagi
Andien mengungkapkan bahwa semangatnya dalam menjalankan kegiatan sosial tidak hanya berasal dari perjalanan kariernya sebagai penyanyi, tetapi juga dari nilai-nilai yang ditanamkan kedua orang tuanya sejak kecil.
Ia mengatakan, kedua orang tuanya merupakan sosok yang senang berbagi dan mengajarkannya bahwa seseorang sebaiknya dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Salah satu nasihat sang ayah yang masih diingatnya adalah bahwa berbagi tidak selalu harus dilakukan dengan memberikan uang atau materi.
Andien menceritakan, sang ayah pernah mengatakan bahwa dirinya bisa bersedekah hanya dengan memberikan senyuman kepada orang lain.
Nasihat tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang membentuk pandangannya mengenai arti berbagi dan membantu sesama.
Seiring bertambahnya pengalaman, Andien mulai melihat profesinya sebagai penyanyi sebagai kesempatan untuk memberikan dampak yang lebih luas.
Ia merasa popularitas dan platform yang dimilikinya dapat digunakan untuk mengajak lebih banyak orang terlibat dalam kegiatan sosial, mulai dari berdonasi hingga menjadi sukarelawan.
Dari pemikiran tersebut, ia kemudian mengembangkan kegiatan sosial melalui Andien Foundation, yang menaungi inisiatif Sekolah Anak Percaya.
Andien Sebut Pemerataan Pendidikan Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Lebih lanjut, Andien mengaku semakin menyadari pentingnya pendidikan setelah melihat langsung kondisi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.
Ia mengatakan, sejak kecil dirinya kerap mendengar pembahasan mengenai pemerataan pendidikan. Namun, ia tidak menyangka bahwa persoalan tersebut masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat hingga saat ini.
Menurutnya, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan dengan keterbatasan ekonomi membutuhkan dukungan agar memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Andien juga menyoroti bagaimana kesulitan hidup yang dialami masyarakat di kawasan tertentu dapat membentuk sebuah rantai persoalan yang sulit diputus.
Karena itu, ia berharap upaya menghadirkan akses pendidikan dapat menjadi salah satu langkah untuk membuka peluang yang lebih baik bagi anak-anak di masa depan.
Ia pun ingin terus memanfaatkan kemampuan dan kesempatan yang dimilikinya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Bagi Andien, baik edukasi mengenai lingkungan maupun perjuangan menyediakan akses pendidikan memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun kesadaran dan kebiasaan baik sejak dini.
Melalui keluarga, masyarakat, dan berbagai inisiatif sosial, ia berharap semakin banyak orang yang tergerak untuk mengambil bagian dalam menciptakan perubahan positif.

