Kanalmusikindonesia.com — Member JKT48, Marsha, bersiap melebarkan sayap ke dunia seni peran. Proyek yang tengah dijalaninya menjadi pengalaman perdana bagi Marsha di dunia akting sekaligus kesempatan untuk keluar dari zona nyaman yang selama ini dijalaninya sebagai idol.
Marsha mengaku menerima tawaran proyek tersebut karena ingin mencoba pengalaman baru. Menurutnya, kesempatan untuk menjalani sesuatu yang berbeda menjadi hal menarik, terlebih dirinya menyadari bahwa hidup hanya sekali sehingga ia ingin memanfaatkannya untuk mencoba berbagai hal.
“Ini pertama kali kan proyek aku. Jadi ini agak step-by-step atau bisa dibilang ini keluar dari zona zaman aku. Jadi aku mengambil kesempatan ini karena kayak, kita baru saja hidup sekali, jadi aku juga penasaran,” ujar Marsha.
Sebelum memutuskan terlibat, Marsha juga telah melakukan sejumlah persiapan, termasuk reading bersama para pemain lainnya. Ia mengaku semakin yakin setelah mengetahui bahwa Unlimited Production cukup familiar dengan lingkungan JKT48 dan memiliki hubungan yang baik dengan surrounding JKT48.
“Terus juga dikasih tahu kalau Unlimited Production itu kan udah lumayan friendly dengan JKT punya surrounding, JKT48 surrounding. Jadi aku ambil kesempatan ini,” tuturnya.
Dalam proses reading, Marsha mendapat sambutan positif dari para pemain lain. Ia menyebut para cast yang lebih berpengalaman tetap terbuka dan bersedia membantunya dalam menjalani proyek tersebut.
“Mereka juga very friendly, mereka very open. Mereka kan mungkin lebih experience ya, tapi mereka kayak mau untuk membantu. Mereka mungkin lebih berpengalaman ya, tapi mereka mau untuk membantu aku,” kata Marsha.
Perdana Terjun ke Dunia Akting
Bagi Marsha, proyek ini merupakan debutnya di dunia akting. Ia mengaku antusias sekaligus menyadari adanya tantangan baru yang harus dihadapi ketika berpindah dari dunia idol ke seni peran.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar adalah memasuki lingkungan dan lapangan baru. Sebagai seseorang yang masih baru dalam dunia akting, Marsha harus banyak menyesuaikan diri dengan proses kerja yang berbeda dari aktivitasnya sebagai member JKT48.
Namun, alih-alih merasa terbebani, Marsha justru menganggap hal tersebut sebagai bagian yang membuat proyek ini menarik.
“Ini harus kayak buat teman banyak, jadi kayak, maaf, tapi baru nih. Tapi ya, semoga. Itu serunya sih, itu tantangan, jadi aku nggak sabar,” ujarnya.
Marsha berharap proses produksi proyek tersebut dapat berjalan lancar. Ia juga menyadari adanya ekspektasi dari para penggemar, terutama mereka yang sebelumnya telah membaca novel maupun mengikuti versi web dari cerita tersebut.
“Sangat senang untuk proyek ini dan semoga ini bisa lancar. Dan semoga bisa menyesuaikan ekspektasi, apalagi buat teman-teman yang udah baca novelnya, webcast-nya, atau yang udah menantikan,” katanya.
Perankan Karakter Sonia
Dalam proyek tersebut, Marsha dipercaya memerankan karakter bernama Sonia. Ia menjelaskan bahwa Sonia merupakan bagian dari kelompok Arazei. Sebelum bertemu dengan Arazei, Sonia diceritakan berada dalam kelompok kecil bersama Ainsley dan Fanda.
“Karakter aku sebagai Sonia, dan dia tuh emang dari gengnya Arazei. Tapi awalnya sebelum bertemu sama Arazei, dia tuh kayak bertiga. Jadi ada aku, Ainsley sama Fanda,” jelas Marsha.
Sonia juga digambarkan memiliki dinamika tersendiri dengan Arazei. Pada awalnya, karakter tersebut disebut kurang menyukai Arazei, tetapi hubungan mereka kemudian berkembang seiring berjalannya cerita.
Untuk mendalami karakter Sonia, Marsha mencoba mencari sisi dirinya yang memiliki kemiripan dengan karakter tersebut. Ia melihat Sonia sebagai sosok yang ceria, cukup labil, tegas, dan memiliki karakter yang cukup ekspresif.
“Karakter Sonia itu kan lumayan ceria, terus dia itu juga lumayan kayak bingung-bingung ya, agak labil gitu loh dia. Terus dia tuh tegas, kayak hohoho, kayak gitu, banyak karakter agak haheho Sonia,” ungkapnya.
Marsha bahkan merasa karakter Sonia cukup dekat dengan bayangannya tentang dirinya apabila berada di lingkungan sekolah menengah atas.
“Jadi aku ngerasa kayak, kayaknya kalau aku di SMA, kayaknya kalau aku jadi orang SMA itu aku deh,” ujarnya.
Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Marsha karena ia diketahui menjalani pendidikan secara homeschooling. Meski begitu, ia tetap berusaha memahami karakter Sonia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan cerita.
Antusias dengan Cerita Geng Motor
Selain karakter yang diperankannya, Marsha juga tertarik dengan latar cerita yang mengangkat kehidupan geng motor. Baginya, tema tersebut merupakan sesuatu yang selama ini lebih sering ia lihat melalui film atau tayangan fiksi.
Marsha mengaku belum memiliki pengalaman langsung dengan kehidupan geng motor. Karena itu, kesempatan untuk melihat proses penggarapan cerita tersebut secara langsung membuatnya semakin penasaran terhadap hasil akhirnya.
“Film emang banyak yang kayak gitu. Jadi ini pertama kali aku lihat dengan kepala mata aku sendiri. Jadi aku sangat tertarik dengan hasilnya,” kata Marsha.
Dengan statusnya sebagai pendatang baru di dunia seni peran, Marsha berharap debutnya tersebut dapat menjadi pengalaman berharga. Ia juga ingin memberikan penampilan terbaik sekaligus menjawab ekspektasi para penonton yang telah menantikan proyek tersebut.
Bagi Marsha, keluar dari zona nyaman bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Justru, pengalaman baru tersebut menjadi kesempatan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kemampuan di luar dunia idol yang selama ini membesarkan namanya.

