Kanalmusikindonesia.com — Denada tengah menikmati berbagai fase baru dalam kehidupannya. Selain tetap aktif berkarier di dunia hiburan, penyanyi tersebut kini mencoba menikmati waktu dengan melakukan berbagai aktivitas sederhana, termasuk belajar memasak.
Meski mengaku bukan sosok yang mahir berada di dapur, Denada justru menikmati proses belajar memasak yang dijalaninya. Baginya, hasil masakan tidak harus selalu sempurna karena proses mencoba menjadi bagian dari cara menikmati waktu untuk diri sendiri.
Denada bahkan mengakui bahwa masakannya terkadang masih jauh dari kata sempurna. Ada kalanya terlalu asin, terlalu pedas, hingga mengalami kesalahan saat menyiapkan bahan.
“Jadi cara masak itu yang penting kan enak, yang penting hasilnya enak. Walaupun kadang enak, kadang keasinan, kadang kepedesan, kadang apa. Tapi enggak apa-apa, aku nikmatin aja. Itu caraku juga menikmati waktu,” ujar Denada.
Saat ini, Denada mengaku mulai tertarik dengan konsep memasak makanan sehat. Ketertarikan tersebut muncul karena dirinya memang suka mencoba berbagai hal baru.
“Masak sehat. Jadi aku berusaha untuk kalau misalnya memang, jadi aslinya memang suka nyari-nyari,” katanya.
Sebelumnya, Denada lebih sering meminta tim yang berada di rumah untuk membuatkan makanan yang ingin ia coba. Namun kini, ia mulai tertarik untuk bereksperimen sendiri di dapur.
Meski demikian, perempuan tersebut tak menampik bahwa kemampuan memasaknya masih terbatas. Bahkan sahabat dan teman-teman dekatnya sudah mengetahui bahwa Denada bukan orang yang bisa diandalkan ketika ada acara masak-masak bersama.
“Semua orang sebenarnya sudah tahu. Sahabat-sahabat gue tahu, teman-teman dekat gue tahu. Kita ada kumpul-kumpul, masih masak-masak, mungkin tahu ada pasti Denada, jangan diharapin. Dia selalu bawa aja, duduk makan cantik,” ungkapnya sambil bercanda.
Denada juga mengaku tidak terlalu memahami bumbu-bumbu dasar dalam memasak. Menurutnya, hal tersebut mungkin terjadi karena dirinya memang tidak terbiasa melakukan aktivitas dapur sejak kecil.
“Mungkin juga karena memang nggak luwes juga. Mungkin juga karena memang tidak terbiasa,” ujarnya.
Dandan dan Cantik untuk Diri Sendiri
Selain membahas hobinya mencoba memasak, Denada juga menyinggung soal penampilannya. Ia mengaku senang merawat diri dan tampil cantik bukan semata-mata untuk orang lain.
Menurut Denada, perempuan seharusnya tidak perlu merasa bersalah ketika ingin berdandan atau mempercantik diri hanya karena ingin merasa bahagia.
“Emang nggak boleh dandan dan cantik buat diri sendiri? Kenapa sih kita nggak boleh senang buat diri sendiri?” kata Denada.
Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukannya saat ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dirinya sendiri.
“Aku pengin buat diri sendiri, karena aku senang. Karena ini yang membuat aku merasa senang, aku buat diri sendiri,” lanjutnya.
Di usianya yang kini memasuki kepala empat, Denada juga menikmati fase kehidupannya saat ini. Ia menyebut masa tersebut sebagai fase untuk lebih mengutamakan kebahagiaan.
“Harusnya 40 tahun makin butterfly era, kata orang-orang. Butterfly era, emang apa pun era? Pokoknya, lumayan,” ucapnya sambil tertawa.
Pilih Me-Time di Rumah
Berbeda dengan sebagian orang yang memilih pergi keluar untuk menikmati waktu sendiri, Denada justru lebih senang menghabiskan waktu di rumah.
Baginya, ketika memiliki waktu luang, ia ingin menggunakan kesempatan tersebut untuk beristirahat sekaligus memikirkan berbagai hal dalam kehidupannya.
“Aku suka me-time. Karena menurut aku kalau aku punya waktu lebih, aku akan di rumah. Aku akan coba untuk memikirkan apa yang aku lakukan,” katanya.
Denada mengaku memiliki tanggung jawab besar dalam kehidupannya. Ia masih aktif bekerja sebagai seorang entertainer sekaligus menjalani peran sebagai ibu tunggal.
“Aku pekerja dan aku masih seorang ibu tunggal. Jadi aku bekerja sendiri dan aku bicara atas nama sendiri. Aku di dunia entertainment yang kehidupannya begitu keras, dunia yang bisnisnya sangat amat tidak mudah,” ungkap Denada.
Media Sosial Jadi Tempat Berkarya dan Mencari Rezeki
Sebagai seorang publik figur, Denada menyadari pentingnya media sosial di tengah perkembangan dunia digital saat ini.
Menurutnya, media sosial kini bisa menjadi salah satu tempat bagi siapa saja untuk memperkenalkan kemampuan sekaligus mencari penghasilan.
“Social media menjadi salah satu tempat untuk dicari nama. Dan aku rasa semua orang sekarang ini boleh dan bisa menjadikan social media itu sebagai tempat kita cari nama,” ujar Denada.
Karena itu, Denada tidak ragu untuk menunjukkan berbagai kemampuan yang dimilikinya melalui media sosial.
“Semua yang aku bisa, semua yang aku mampu akan aku tunjukkan di situ. Aku bisa nyanyi, aku tunjukkan di situ. Aku nggak bisa masak, ya sudah. Apa pun yang aku bisa, aku akan tunjukkan. Karena itu aku mencari rezeki,” jelasnya.
Kebahagiaan Jadi Prioritas
Bagi Denada, memasuki usia 40-an membuat cara pandangnya terhadap kehidupan berubah. Kini, ia lebih memilih memprioritaskan kebahagiaan dan ketenangan dalam menjalani hidup.
Sebagai perempuan yang menjalani peran sebagai single mom sekaligus pekerja, Denada menyadari pentingnya memberikan ruang bagi diri sendiri untuk merasa bahagia.
“Kalau kita sudah usia 40 tahun ke atas, yang penting itu kan pasti semuanya setuju, kebahagiaan. Jadi kita mikir apa yang bisa membuat kita sendiri bahagia,” katanya.
Meski saat ini belum menjadikan urusan asmara sebagai prioritas utama, Denada tidak menutup kemungkinan jika suatu hari Tuhan kembali mempertemukannya dengan pasangan hidup.
Ia berharap, jika jodoh itu datang, hubungan tersebut bisa membawa kebahagiaan bagi kedua belah pihak.
“Kalau ternyata nanti Allah mengirimkan jodoh, laki-laki dengan kehadiran aku, dia bisa merasa bahagia bersama aku dan aku pun merasa bahagia dengan kehadiran dia. Tapi buat sekarang, yang penting untuk aku adalah kebahagiaan,” ujar Denada.
Denada pun mengaku belum sepenuhnya menutup hati. Namun, saat ini ia memilih untuk tidak terburu-buru membuka ruang bagi hubungan baru.
“Belum buka hati, belum buka lebar-lebarnya,” katanya.
Pekerjaan Jadi Bagian dari Healing
Di tengah berbagai tanggung jawab yang dijalaninya, Denada menganggap pekerjaan juga menjadi salah satu bentuk healing.
Pasalnya, ia merasa beruntung bisa bekerja di bidang yang dicintainya dan dikelilingi oleh orang-orang terdekat.
“Iya, alhamdulillah. Karena aku punya pekerjaan dengan bidang yang aku cintai. Dan aku bekerja juga dengan sahabat-sahabat,” pungkas Denada.
Bagi Denada, menikmati hidup tidak selalu harus dilakukan dengan hal-hal besar. Belajar memasak meski hasilnya kadang terlalu asin atau pedas, merawat diri, bekerja, hingga menghabiskan waktu di rumah menjadi bagian dari caranya menemukan kebahagiaan.
Di tengah kesibukan sebagai seorang entertainer dan ibu tunggal, Denada memilih untuk terus menjalani hidup dengan caranya sendiri, tanpa terlalu memikirkan penilaian orang lain. Baginya, selama apa yang dilakukan membawa kebahagiaan dan tidak merugikan siapa pun, maka tidak ada alasan untuk berhenti menikmati hidup.

