Kanalmusikindonesia.com – Band musik Ungu akan merayakan 30 tahun perjalanan mereka di industri musik Tanah Air. Tiga dekade berkarya tentu bukan perjalanan singkat. Berbagai fase, tantangan, hingga kesibukan masing-masing personel telah mereka lewati bersama.
Pasha Ungu mengungkap perjalanan panjang tersebut saat ditemui di FX Sudirman, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Menurut Pasha, perjalanan Ungu melewati sejumlah perubahan besar dalam industri musik, mulai dari era musik fisik hingga masuk ke zaman digital. Di tengah perubahan tersebut, Ungu juga harus menghadapi berbagai tantangan untuk tetap bertahan sebagai sebuah band.
“Ini loh kami Ungu 30 tahun, kami tetap eksis, kami tetap berkarya,” ujar Pasha.
Bagi Pasha, keberadaan Ungu selama tiga dekade menjadi bukti bahwa sebuah band masih bisa terus berjalan bersama meski menghadapi berbagai tantangan.
“Harus menjelaskan kepada industri musik bahwa ternyata band itu terus bersama juga. Band terus bersama juga ternyata tidak mengurangi kesuksesan, tidak mengurangi impian,” tuturnya.
Sempat Ribut soal Uang
Pasha tak menampik perjalanan Ungu tidak selalu berjalan mulus. Ada banyak pasang surut yang harus mereka lewati, termasuk perbedaan pendapat ketika Ungu masih merintis karier.
Ia bahkan mengungkap, persoalan finansial sempat menjadi bahan perdebatan mereka ketika belum dikenal luas.
“Banyak pasang surut, ribut dan lain sebagainya sudah kita lalui. Justru karena kami ini dulu ributnya soal kita nggak punya duit,” kata Pasha.
Menurut Pasha, ketika Ungu belum diterima masyarakat, mereka sudah sering membicarakan berbagai hal mengenai masa depan band, termasuk bagaimana pembagian hasil jika suatu saat album mereka laku.
Namun, perjalanan tersebut akhirnya menjadi bagian dari proses yang membuat mereka semakin matang sebagai sebuah grup.
Pasha menilai salah satu hal penting dalam mempertahankan sebuah band adalah kemampuan para personel untuk mengelola ego.
“Bukan pertahankan ego. Karena kan ada ego yang harus kita pertahankan. Tidak boleh egosentris, kemungkinan tetap jadi satu kepala,” jelasnya.
Tetap Jadi Diri Sendiri
Memasuki usia 30 tahun, para personel Ungu juga telah mengalami perubahan dalam kehidupan masing-masing. Namun, Pasha mengatakan ada satu hal yang tetap mereka pertahankan, yakni kebersamaan sebagai sebuah band.
Ia bahkan menggambarkan bagaimana para personel Ungu yang ditemuinya sejak awal karier kini telah berkembang dengan kesibukan masing-masing.
Pasha menyebut Makki, Enda, dan Onci telah bermetamorfosis dalam perjalanan kariernya. Mereka tidak hanya menjadi musisi, tetapi juga mulai terlibat dalam berbagai aktivitas di industri musik.
Meski begitu, ketika berada di dalam Ungu, mereka tetap bisa menjadi diri sendiri.
“Justru di band inilah kita bisa menjadi diri sendiri. Kita meletakkan semua kesibukan kita di luar,” ungkap Pasha.
Ia mengatakan Ungu berusaha membangun suasana yang positif di antara para personel.
“Secara kolektif kita selalu membangun aura-aura yang bahagia saja di tengah-tengah band ini,” lanjutnya.
Bocorkan Kolaborator Konser
Dalam perayaan 30 tahun perjalanan Ungu, Pasha juga membocorkan sejumlah musisi yang akan menjadi bagian dari konser mereka.
Ada Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, hingga Zara Leola yang akan turut meramaikan konser tersebut.
Pasha menjelaskan para kolaborator yang dihadirkan memiliki keterkaitan dengan perjalanan musik Ungu.
“Kolaborator yang kita panggil adalah yang kita undang. Yang akan berkolaborasi dengan kita nanti, insyaallah adalah yang pernah ada kolaborasi sama kita di album-album kita sebelumnya,” ujarnya.
Selain kolaborator yang sudah dikenal publik, Pasha menyebut kehadiran generasi penerus juga menjadi bagian dari konser tersebut.
“Mungkin di situ ada tambahan karena ada generasi penerus kita, ada Kiesha, ada Zara,” katanya.
Pasha juga memberikan gambaran bahwa para bintang tamu tersebut tidak sekadar tampil sebagai pengisi acara. Ada kemungkinan mereka akan berkolaborasi bersama Ungu dalam konser yang akan membawakan sekitar 30 lagu.
“Kalau mereka tampil dulu nanti baru ada kolaborasi karena kan 30 lagu kekuatannya,” ujar Pasha.
Jadi Inspirasi Musisi Muda
Pasha berharap perjalanan 30 tahun Ungu dapat menjadi inspirasi bagi musisi muda. Menurutnya, perjalanan sebuah grup musik pasti memiliki pasang surut.
“Pasti. Ada pasang surut dalam perjalanan karier. Tanpa kami jelaskan kepada mereka, pasti sudah bisa baca,” tuturnya.
Konser tersebut sekaligus menjadi cara Ungu merayakan perjalanan panjang mereka bersama para penggemar.
Konser bertajuk “Ungu: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter” akan digelar pada Jumat, 30 Oktober 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Ungu akan membawakan sekitar 30 lagu dalam konser tersebut. Selain itu, kehadiran Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola akan menambah warna dalam perayaan tiga dekade perjalanan Ungu.
Berdasarkan informasi penyelenggara, antusiasme penonton terhadap konser tersebut cukup tinggi. Sejumlah kategori tiket telah dinyatakan sold out, sementara tiket untuk kategori Golden Festival dan Festival masih tersedia dalam jumlah terbatas.

