Kanalmusikindonesia.com — Penyanyi dangdut Ikke Nurjanah mengungkapkan rasa syukur setelah menerima penghargaan Lifetime Achievement. Meski menganggap perjalanan kariernya di industri musik sudah cukup panjang, Ikke mengaku penghargaan tersebut bukan sesuatu yang pernah menjadi target utama dalam hidupnya.
Dengan penuh rasa syukur, Ikke menyebut penghargaan tersebut sebagai apresiasi yang tidak terduga. Baginya, hal terpenting dari perjalanan panjang di dunia musik bukan semata-mata penghargaan, melainkan bagaimana dirinya dapat terus memberikan manfaat bagi perkembangan musik dangdut.
“Allah, alhamdulillahirrahmanirrahim. Pasti satu penghargaan yang diberikan itu saya sangat berterima kasih banyak dan bersyukur kepada Allah. Bicara Lifetime Achievement, sebenarnya masih jauh dari pandangan saya,” ujar Ikke.
Menurutnya, perjalanan karier yang telah dilalui sejak era 1980-an menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah tetap memberikan kontribusi bagi musik yang telah membesarkan namanya.
“Saya merasa bahwa perjalanan saya memang panjang, tapi target utama hidup adalah ingin bermanfaat buat musik dan hidup,” katanya.
Tersentuh Melihat Generasi Baru Dangdut
Selain penghargaan yang diterimanya, Ikke mengaku ada hal lain yang justru membuatnya sangat tersentuh. Momen tersebut adalah ketika melihat penampilan generasi muda dangdut yang membawakan lagu-lagunya.
Ia mengaku bangga melihat anak-anak muda mampu membawakan musik dangdut dengan kualitas penampilan yang menurutnya menunjukkan potensi besar.
“Yang paling penting adalah semoga saya bisa bermanfaat buat musik ini. Yang sebenarnya paling buat saya hari ini, selain apresiasi yang sangat-sangat pasti saya hargai, tapi saya sangat-sangat menghargai buat industri,” tuturnya.
Ikke kemudian menyoroti penampilan anak-anak muda yang membawakan lagu-lagunya. Menurutnya, penampilan tersebut memberikan harapan terhadap keberlangsungan musik dangdut di masa depan.
“Pada saat anak-anak mempresentasikan lagu-lagu saya tadi, itu baru lagu-lagu saya, belum lagu-lagu dangdut yang lainnya. Buat saya tersentuh banget,” ujarnya.
Ia mengaku selama ini memiliki kekhawatiran mengenai bagaimana keberlanjutan musik dangdut dan regenerasinya pada masa mendatang.
“Ada kekhawatiran generasi dangdut ke depan seperti apa dan bagaimana. Pasti kita kepikiran, kita enggak mau dangdut berhenti di sini,” kata Ikke.
Namun, kekhawatiran tersebut perlahan terjawab ketika ia melihat langsung penampilan generasi muda yang dinilainya memiliki kualitas, karakter dan daya tarik tersendiri.
“Kita tadi seperti diberi hadiah, bagaimana anak-anak itu tampil dengan kualitas yang bagus, aura kebintangan mereka. Mereka perform dengan totalitas, mereka jauh, mereka bersinar dan warna dangdut itu benar-benar berbeda,” tuturnya.
Optimistis Dangdut Punya Masa Depan Panjang
Ikke juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan musik dangdut. Ia melihat munculnya generasi baru sebagai tanda bahwa dangdut masih memiliki perjalanan yang panjang di industri musik Indonesia.
Perempuan yang telah berkecimpung di dunia dangdut sejak era 1980-an tersebut menilai warna musik dangdut saat ini semakin berkembang dan memiliki banyak potensi.
“Saya berkecimpung di musik dangdut dari tahun 80-an sampai sekarang. Saya melihat warna dangdutnya itu sangat-sangat glowing, kalau saya bisa bilang. Sangat-sangat bersinar,” katanya.
Ikke bahkan mengingat sebuah pertanyaan yang pernah diterimanya ketika menjadi pembicara di salah satu universitas di Pittsburgh, Amerika Serikat, pada 2010. Saat itu, ia ditanya mengenai seperti apa masa depan musik dangdut.
Kini, setelah melihat penampilan generasi muda, ia semakin yakin bahwa dangdut akan terus berkembang.
“Kalau saya melihat tadi, buat dangdut, saya optimis banget dangdut itu ke depan panjang sekali. Generasinya yang berkilau, panjang sekali generasinya yang punya potensi bagus,” ujarnya.
Menurut Ikke, generasi baru hanya perlu menjaga konsistensi, komitmen dan terus menghasilkan karya-karya berkualitas.
“Hanya tinggal konsisten, komitmen, dan ditunggu karya-karya bagus. Insyaallah mereka pasti punya inovasi,” katanya.
Ingin Dangdut Terus Berkibar
Lebih jauh, Ikke berharap generasi baru dapat membawa musik dangdut semakin dikenal dan diterima masyarakat luas. Ia ingin dangdut tidak hanya bertahan, tetapi juga terus mengalami regenerasi.
“Itu yang kita ingin sebagai orang dangdut, pengen banget untuk mereka berkibar,” ucapnya.
Ia bahkan membayangkan bagaimana perkembangan dangdut dalam 10 hingga 20 tahun mendatang. Menurutnya, keberadaan generasi baru dengan karakter dan kemampuan yang kuat menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan musik tersebut.
Ikke mengaku bahagia melihat generasi muda dangdut dari berbagai angkatan dapat tampil dan menunjukkan kualitasnya.
“Saya langsung merasa, sudah tua juga saya. Ya Allah, anak-anak gue sudah pada benar. Dari belasan tahun umurnya. Dan Dangdut Academy tadi kan, anak-anak tadi kan mulai dari angkatan-angkatan yang berbeda,” tuturnya.
“Saya bangga bisa melihat generasi dangdut di depan terlihat sangat-sangat bersih,” sambungnya.
Identitas dan Konsistensi Jadi Kunci
Dalam kesempatan tersebut, Ikke juga membagikan pandangannya mengenai perjalanan seorang penyanyi dalam membangun karier di industri musik.
Menurutnya, seorang musisi perlu memiliki konsep yang jelas, konsisten dengan kemampuan, serta memiliki tim yang dapat mendukung perjalanan karier.
“Pada prinsipnya dimulai dari konsep. Dimulai kita konsisten sama konsep, kita konsisten sama kemampuannya. Semaksimal mungkin kita punya teamwork yang memang cukup, karena enggak mungkin kita ego sendiri dalam berjalan,” jelasnya.
Ia menilai keberhasilan seorang penyanyi tidak dapat dilepaskan dari kerja sama banyak pihak. Mulai dari produser, pencipta lagu, musisi hingga keluarga sebagai sistem pendukung.
“Kalau waktu itu dimulai dari instan, mulai dari produser, mulai dari pencipta lagunya, mulai dari musisinya, lalu keluarga. Kalau itu tidak menjadi support system, saya juga tidak akan ada saat ini di sini,” ungkap Ikke.
Peran Pencipta Lagu Tak Bisa Dipisahkan
Bagi Ikke, pencipta lagu juga memiliki peran yang sangat penting dalam menghasilkan sebuah karya musik. Menurutnya, apa pun konsep yang dibuat oleh seorang penyanyi harus tetap mempertimbangkan karya dan karakter musik yang diciptakan.
“Dan yang paling utama lagi adalah pencipta musiknya. Jadi apa pun yang kita sajikan, kalau pencipta musiknya tidak terima, kita juga tidak menjadi yang bagus,” katanya.
Ia menilai setiap musisi perlu menggali potensi dirinya sendiri dan mengembangkan kemampuan sesuai karakter yang dimiliki.
Menurut Ikke, mengikuti perkembangan tren memang diperlukan. Namun, tren tersebut tidak seharusnya membuat seorang musisi kehilangan identitas.
“Apa yang kita konsepkan, apa yang kita bikin, harus menggali potensi itu memang sesuai kemampuan, sesuai diri sendiri, terus dikembangkan,” ujarnya.
“Lebih baik kita enggak terlalu terbawa-bawa sama tren. Tren itu memang harus kita ikuti, tapi harus disesuaikan sama identitas kita,” lanjutnya.
Kenali Diri, Karya dan Penggemar
Di akhir pernyataannya, Ikke menekankan pentingnya mengenali diri sendiri, karya serta karakter penggemar. Baginya, perjalanan panjang di industri musik pada akhirnya mengajarkan seorang seniman untuk tetap konsisten terhadap identitas yang dimilikinya.
“Karena pasti fans kita juga pasti akan melihat pantas atau tidak, terus terima atau enggak,” katanya.
Bagi Ikke, perjalanan seorang musisi pada akhirnya bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi bagaimana mampu menjaga identitas sembari terus beradaptasi.
“Perjalanannya itu juga membuat saya merasa, oh ujung-ujungnya kita harus mengenali diri kita, fans kita, karya kita, konsisten dan komit sama apa yang kita perjuangkan,” pungkasnya.

