Kanalmusikindonesia.com — Penampilan Dadali di Kalimantan meninggalkan pengalaman tak biasa. Band yang dikenal lewat lagu-lagu pop melankolis itu harus manggung di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi udara yang dipenuhi asap bahkan membuat vokalis Dadali, Dyrga, mengalami sesak napas saat berada di atas panggung.
Dyrga mengungkapkan, baru menyelesaikan satu lagu, dirinya sudah mulai kesulitan bernapas. Bau asap yang begitu kuat membuatnya harus berusaha ekstra keras untuk tetap menjalankan penampilan.
Bukan hanya Dyrga, kondisi serupa juga dirasakan musisi lain yang berada di lokasi. Ia menyebut personel Slank yang turut tampil dalam agenda tersebut juga mengalami sesak napas akibat kabut asap.
Situasi tersebut tidak langsung membaik setelah pertunjukan selesai. Dyrga mengaku masih merasakan sesak dan pusing. Ia akhirnya memutuskan membeli oksigen di apotek.
“Selesai itu inisiatif saja saya pakai oksigen. Langsung saja beli di apotek,” kata Dyrga dikutip pada Rabu (30/9/2026).
Perjuangan Dadali untuk sampai ke lokasi pertunjukan juga tidak mudah. Pesawat yang mereka tumpangi tidak dapat mendarat di Palangka Raya karena kondisi kabut asap.
Penerbangan kemudian dialihkan ke Banjarmasin. Dari sana, rombongan Dadali harus melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju Barito.
Perjalanan darat tersebut memakan waktu sekitar delapan jam sekali jalan. Dengan perjalanan pergi-pulang, waktu yang dihabiskan di perjalanan mencapai sekitar 16 jam.
Meski menghadapi kondisi udara yang buruk dan perjalanan panjang, Dadali tetap memenuhi jadwal manggung. Dyrga menyebut penampilan tersebut sudah terikat kontrak dengan penyelenggara sejak jauh-jauh hari.
Pengalaman berada di tengah kabut asap membuat Dyrga turut menyoroti kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Ia mengaku heran melihat sebagian warga tetap menjalankan aktivitas sehari-hari meski udara di sekitar mereka dipenuhi asap.
Bagi Dyrga, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi kabut asap bukan persoalan sepele. Gangguan pernapasan yang dialaminya bahkan muncul hanya dalam waktu singkat ketika berada di lokasi pertunjukan.
Kisah Dadali ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kabut asap karhutla dapat memengaruhi aktivitas masyarakat dan orang-orang yang datang ke wilayah terdampak, termasuk para pekerja seni yang tetap harus menjalankan agenda mereka.

