Kanalmusikindonesia.com — Perjalanan d’Masiv menuju panggung Asia bukan sekadar soal mempersiapkan setlist dan penampilan. Vokalis d’Masiv, Rian Ekky Pradipta, mengungkap bahwa menjaga kondisi fisik dan suara menjadi salah satu persiapan utama menghadapi rangkaian konser di lima negara.
Rian menyadari tuntutan fisik saat menjalani tur lintas negara akan jauh berbeda dibandingkan penampilan reguler. Jika dalam sebuah event d’Masiv biasanya membawakan sekitar 10 lagu, jumlah tersebut bisa meningkat lebih dari dua kali lipat dalam konser.
“Kalau nyanyi di event biasanya 10 lagu. Apalagi nanti pas konser, pas lima negara itu nyanyinya nggak 10, tapi 20 lebih lagu. Jadi pastinya harus mempersiapkan badan, harus sehat,” ujar Rian.
Kondisi tersebut membuat Rian semakin memperhatikan pola hidup dan kebiasaan sebelum maupun setelah tampil. Ia mengatakan, menjaga stamina menjadi kebutuhan penting karena jadwal manggung d’Masiv dapat berlangsung dalam beberapa hari berturut-turut dengan jarak perjalanan yang cukup jauh.
“Kalau kemarin kita manggung empat hari berturut-turut, terus jaraknya jauh-jauh, dari Bekasi, Jakarta, Bali. Jadi memang harus dijaga banget,” katanya.
Rian Mulai Tinggalkan Kebiasaan Lama
Salah satu perubahan yang dilakukan Rian adalah pola konsumsi. Ia mengaku kini hampir tidak pernah lagi mengonsumsi minuman dingin dan lebih memilih air hangat.
Kebiasaan tersebut berbeda dengan masa mudanya ketika ia masih cukup sering minum es. Rian mengatakan, kondisi tenggorokannya yang mudah mengalami masalah membuatnya harus lebih disiplin menjaga kesehatan.
“Dulu aku agak lumayan bandel, maksudnya minum es dan sebagainya. Aku juga kayaknya ada amandel, jadi itu bikin aku gampang sakit tenggorokan, gampang radang,” ungkapnya.
Kini, air hangat menjadi pilihan utama Rian. Kebiasaan minum teh pun ikut berubah. Jika sebelumnya ia terbiasa mengonsumsi teh manis panas, sekarang ia lebih memilih teh tawar.
Selain itu, Rian juga memiliki kebiasaan mengonsumsi air hangat yang dicampur madu dan jeruk nipis untuk menjaga tenggorokannya.
“Kalau aku memang khusus minta ada air putih hangat, madu, sama jeruk nipis. Itu buat biar tenggorokanku tetap aman,” tuturnya.
Riders d’Masiv Ikut Berubah
Perubahan gaya hidup tersebut juga tercermin dalam riders yang diminta d’Masiv ketika tampil. Rian mengungkapkan bahwa kebutuhan mereka kini lebih diarahkan pada makanan dan minuman yang mendukung kondisi tubuh.
Jika dahulu riders banyak berisi makanan ringan, kini buah potong, susu, air putih hingga minuman untuk membantu pencernaan lebih diutamakan.
“Dulu kita kayak banyak banget makanan-makanan ringan. Nah sekarang kita lebih kayak yang sehat-sehat, misalnya buah-buah potong, terus susu, terus minuman seperti Yakult,” jelas Rian.
Bahkan, air putih dan oksigen juga menjadi bagian dari kebutuhan di belakang panggung. Menurut Rian, hal tersebut diperlukan untuk membantu menjaga kondisi tubuh di tengah padatnya jadwal pertunjukan.
“Jadi ada oksigen di belakang panggung, ada air putih sudah pasti, terus susu, buah-buahan potong. Jadi lebih sehat. Yang manis-manis seperti cokelat juga sudah mulai dikurangi,” ujarnya.
Ada Kejutan di Setiap Negara
Tur Asia d’Masiv nantinya tidak hanya mengandalkan penampilan mereka sendiri. Rian menyebut akan ada sejumlah kejutan, termasuk kemungkinan menghadirkan musisi lokal di negara-negara yang mereka datangi.
Malaysia dan Singapura menjadi dua negara yang disebut Rian akan melibatkan musisi lokal dalam rangkaian pertunjukan.
“Kita akan mengajak beberapa musisi-musisi lokal juga. Seperti di Malaysia, kita akan ajak beberapa musisi juga. Di Singapura juga sama,” katanya.
Sementara Jakarta akan menjadi salah satu pertunjukan yang memiliki porsi berbeda. Sebagai negara asal d’Masiv, Rian membuka kemungkinan setlist konser di Jakarta dibuat lebih panjang.
“Di Jakarta sudah pasti, karena kan negara kita sendiri. Pasti setlist-nya juga mungkin akan lebih panjang kalau yang di Jakarta, yang di Tennis Indoor,” ujarnya.
Ingin Tur Asia Bisa Dinikmati Semua Pihak
Di luar persoalan teknis dan kesehatan, Rian juga menegaskan bahwa d’Masiv ingin membawa konsep tur yang lebih fleksibel.
Menurutnya, memasuki era baru, mereka tidak ingin terlalu kaku dalam menentukan berbagai kebutuhan pertunjukan. Komunikasi dan negosiasi dengan promotor menjadi hal penting agar konser dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak.
“Kita nggak pengen yang terlalu saklek-saklek banget. Kita pengen bisa bernegosiasi, fleksibel, pokoknya yang penting semuanya happy,” kata Rian.
Ia berharap konser d’Masiv di Asia dapat berjalan sukses, baik bagi musisi, promotor maupun penonton.
“Yang penting semuanya happy. Maksudnya tiketnya laku, promotor juga happy, dapat keuntungan, kita juga dapat keuntungan,” tambahnya.
Rian juga berharap pemberitaan mengenai perjalanan d’Masiv ke Asia dapat menjangkau masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri, khususnya di Taiwan, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura.
Dengan persiapan fisik yang semakin diperhatikan, pola konsumsi yang lebih sehat, serta konsep pertunjukan yang menghadirkan kolaborasi lokal, d’Masiv tampaknya ingin menjadikan tur lima negara tersebut bukan hanya sebagai rangkaian konser, tetapi juga sebagai langkah memperluas perjalanan musik mereka di kawasan Asia.

