Close Menu
  • News
  • Musik
  • Event
  • Video
  • Info Kerjasama
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • News
  • Video
  • Musik
  • Event
Terbaru

Konser Gratis di Mal Jakarta Selatan Berujung Ricuh, Band Rumah Sakit Tampil di Tengah Keributan

23/10/2026

Gisel dan Gempi hingga Prince Poetiray Bakal Tampil di Enchanted Christmas 2026

22/10/2026

Denny Caknan Bertemu Sosok Mirip Dirinya, Caption Singkatnya Jadi Sorotan

22/10/2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from Kanal Musik Indonesia

Facebook X (Twitter) Instagram
X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Kanal Musik IndonesiaKanal Musik Indonesia
INFORMASI
  • News
  • Musik
  • Event
  • Video
Kanal Musik IndonesiaKanal Musik Indonesia
Musik

Stevan Pasaribu dan Andi Rianto Rilis ‘Siapa yang Tahan’, Angkat Cerita soal Mati Rasa

kanalmusikindBy kanalmusikind30/09/2026No Comments5 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link Telegram

Kanalmusikindonesia.com – Stevan Pasaribu berkolaborasi dengan musisi dan komposer Andi Rianto lewat lagu terbaru berjudul Siapa yang Tahan. Lagu tersebut resmi dirilis hari ini.

Stevan Pasaribu dan Andi Rianto ditemui di Equity Tower, Jakarta, Rabu (30/9/2026), untuk membahas karya terbaru mereka tersebut.

Bagi Stevan, kolaborasi dengan Andi Rianto merupakan salah satu cita-cita yang akhirnya terwujud. Ia mengaku Andi merupakan sosok yang selama ini menginspirasinya dalam bermusik.

“Ini adalah salah satu cita-citaku yang akhirnya terwujud, bisa kolaborasi sama Mas Andi Rianto. Mas Andi adalah seorang yang sangat-sangat menginspirasi aku dalam bermusik,” ujar Stevan.

Stevan mengatakan lagu tersebut dikerjakan bersama Andi dengan harapan dapat menyampaikan cerita dan perasaan kepada para pendengar.

“Kita buatnya bareng-bareng dengan hati dan nyampe ke hati kalian juga,” tuturnya.

Berawal dari Workshop di Bulan Ramadan

Andi Rianto kemudian menceritakan proses awal lahirnya lagu Siapa yang Tahan. Ide tersebut muncul ketika dirinya dan Stevan melakukan workshop pada siang hari di bulan Ramadan, sebelum waktu berbuka.

Saat itu, Andi membawa keyboard dan laptop. Keduanya bahkan belum menentukan apakah akan membuat lagu baru atau mengaransemen ulang lagu yang sudah ada.

“Waktu itu saya sama Stevan workshop di suatu siang di bulan puasa sebelum buka. Saya bawa keyboard sama laptop. Awalnya belum ada kepikiran mau bikin apa, apakah kita mau bikin remake atau lagu baru,” jelas Andi.

Andi kemudian mulai memainkan sebuah melodi. Dari situ, proses kreatif mereka berjalan secara spontan.

“Saya buat, kalau lagu ini gimana? Langsung aja. Langsung ada ide melodi saya bikin,” katanya.

Stevan kemudian langsung merespons melodi tersebut dengan vokalnya. Menurutnya, proses tersebut berjalan cukup cepat lantaran dirinya dan Andi sudah menemukan kecocokan.

Baca Juga :  Baskara Hindia Jadi Dosen Tamu dan Umumkan Rehat Panggung Selama Sebulan

“Karena mungkin kita sudah satu frekuensi, maksudnya kita sudah saling nyambung. Mas Andi buat melodi, aku langsung nyanyiin,” ungkap Stevan.

Andi bahkan memberikan dua pilihan melodi untuk bagian refrain. Namun, menurut Stevan, Andi sudah memahami karakter serta keinginannya.

“Dia tahu apa yang aku mau, tapi dia kasih dua pilihan buat jadi pembanding aja. Akhirnya jadilah itu nadanya waktu itu,” ujar Stevan.

Proses aransemen awal lagu tersebut juga berlangsung cukup singkat. Menurut mereka, pengerjaan aransemen hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Selebihnya, mereka menghabiskan waktu untuk berdiskusi dan membuat demo vokal.

Setelah itu, mereka kembali melakukan workshop untuk menyempurnakan bagian lirik.

Cerita tentang Mati Rasa

Dari proses tersebut, lahirlah lirik yang mengangkat cerita tentang seseorang yang terus disakiti oleh pasangannya hingga akhirnya mengalami mati rasa.

“Liriknya menceritakan tentang orang yang disakiti oleh pasangannya. Jadi siapa sih yang tahan karena pasangannya itu telah menyakitinya dengan sebegitu luar biasanya, dan akhirnya dia datang lagi,” kata Andi.

Stevan menilai cerita dalam lagu tersebut tidak hanya bisa dirasakan oleh satu orang. Menurutnya, pengalaman terus disakiti oleh orang yang dicintai dapat membuat seseorang terbiasa dengan rasa sakit.

“Ini mungkin banyak pengalaman orang-orang juga. Ketika kita sayang sama orang tapi kita selalu disakitin terus-menerus, yang membuat itu menjadi suatu kebiasaan. Itu bisa membuat kita jadi mati rasa,” tuturnya.

Stevan berharap lagu tersebut bisa menjadi pengingat bagi orang-orang yang sedang berada dalam situasi serupa untuk tetap menyayangi diri sendiri.

“Aku tahu cinta itu buta, tapi jangan buta-buta banget. Kita juga punya perasaan dan Tuhan sayang sama kita. Kok kita nggak sayang sama diri kita sendiri?” ucap Stevan.

Baca Juga :  Momen ADA Band Bikin Penonton Menangis saat Bawakan Lagu "Yang Terbaik Bagimu" Netizen: Sumpah Ini Part Bikin Semua Mewek

Ada Cerita Godzilla di Balik Lirik

Proses penyusunan lirik Siapa yang Tahan juga diwarnai cerita unik. Stevan mengaku sempat membahas Godzilla ketika mereka mencari pilihan kata yang tepat untuk lirik.

Pembahasan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses kreatif mereka karena Andi ternyata juga menyukai karakter Godzilla.

“Jadi lucunya gini, waktu kita buat liriknya tiba-tiba aku bahas-bahas Godzilla. Terus dia bilang dia juga ternyata sangat-sangat suka Godzilla,” cerita Stevan.

Dari situ, muncul ide menggunakan gambaran raksasa seperti Godzilla dalam proses penulisan lirik.

Setelah workshop selama sekitar enam hingga tujuh jam, lirik tersebut masih disempurnakan oleh Stevan dan Andi. Prosesnya kemudian berlanjut hingga rekaman vokal, mixing, dan mastering.

Andi Rianto Buat Lagu Sesuai Karakter Stevan

Andi Rianto mengatakan lagu tersebut memang dibuat dengan mempertimbangkan karakter vokal Stevan. Sebelum berkolaborasi, Andi terlebih dahulu mempelajari karakter suara penyanyi tersebut.

“Suara itu melankolis ya, tapi pembawaannya itu nyenengin lagu, terus karakternya kuat,” ujar Andi.

Menurut Andi, karakter vokal tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk lagu.

“Karena karakternya itulah saya buat lagunya yang custom made buat dia,” sambungnya.

Dalam proses rekaman, Stevan sempat merasa kurang percaya diri dengan beberapa bagian lagu. Ia sempat berdiskusi dengan Andi mengenai nada yang akan dinyanyikannya.

Namun, Andi terus memberikan dukungan kepada Stevan.

“Kamu tuh kalau suaranya kayak kamu, udah nggak usah khawatir, pasti bisa,” kata Andi.

Stevan mengakui kehadiran Andi selama proses rekaman membuatnya lebih percaya diri.

“Makanya kita butuh support system sebenarnya. Waktu aku proses vokal, ada Mas Andi juga. Itu nge-boosting aku sih buat nyanyi lebih enak lagi,” tutur Stevan.

Baca Juga :  Tenxi Batal Manggung di Malaysia karena Ketinggalan Pesawat, Minta Maaf ke Penggemar

Andi Rianto Tak Fokus pada Jumlah Stream

Sementara itu, Andi Rianto mengatakan dirinya tidak ingin menjadikan jumlah streaming, penghargaan, maupun nominasi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah karya.

Baginya, yang terpenting adalah menghasilkan karya dengan standar yang telah ditentukan dan dapat mempertanggungjawabkannya kepada diri sendiri setelah lagu tersebut dirilis.

“Saya sudah bilang sama Stevan, saya itu buat karya, yang penting itu sampai hati penuh karya. Yang penting kita itu kalau sudah punya standar, jangan diturunin,” kata Andi.

Menurutnya, respons publik terhadap sebuah lagu merupakan hal yang berbeda dengan proses menciptakan karya itu sendiri.

“Kalau lagu sudah keluar, sudah rilis, kita harus bangga sama karyanya. Jadi kalau mengenai jumlah stream, mengenai apa pun juga, awards, nominasi, terus dicintai atau enggaknya oleh penonton atau pendengar, itu semuanya berbeda,” jelasnya.

“Yang penting kalau karya itu keluar, kita harus bangga sama karya itu,” pungkas Andi.

Andi Rianto musisi penyanyi Siapa Yang Tahan Stevan Pasaribu
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
kanalmusikind
  • Website

Related Posts

News By kanalmusikind

Denny Caknan Bertemu Sosok Mirip Dirinya, Caption Singkatnya Jadi Sorotan

22/10/2026
Musik By kanalmusikind

Maia Estianty Pilih Simpan Banyak Lagu Ciptaannya, Ini Alasan Duo Maia Belum Comeback Lewat Karya Baru

19/10/2026
Musik By kanalmusikind

Setelah Lama Vakum, Mata Air Band Kembali dengan “Perfume”, Lagu tentang Aroma dan Kenangan yang Tak Pernah Usai

19/10/2026
News By kanalmusikind

Agnez Mo Bakal Punya Patung Lilin di Madame Tussauds Hollywood, Setelah Singapura Kini Merambah Amerika

16/10/2026
Leave A Reply Cancel Reply

kanalmusikindonesia

📢 'DIGITAL PLATFORM MEDIA'
🔊 Musik, Event & Media
📧 : kanalmusikind@gmail.com

- Ini mah gak cuma wajah aja yang mirip, suaranya - Ini mah gak cuma wajah aja yang mirip, suaranya juga mirip! 🥹😭 Kok iso yooo mas @denny_caknan dan mas @rafiq_abdurrahman3802 ? 🤯 #KanalMusikIndonesia #dennycaknan #rafiqabdurrahman #negoroangin #Musikindonesia(📽: DC live Musik )
Follow on Instagram
kanal Update indonesia
kanal musik info
PILIHAN KAMI

Denny Caknan Bertemu Sosok Mirip Dirinya, Caption Singkatnya Jadi Sorotan

22/10/2026

Maia Estianty Pilih Simpan Banyak Lagu Ciptaannya, Ini Alasan Duo Maia Belum Comeback Lewat Karya Baru

19/10/2026

Setelah Lama Vakum, Mata Air Band Kembali dengan “Perfume”, Lagu tentang Aroma dan Kenangan yang Tak Pernah Usai

19/10/2026

Agnez Mo Bakal Punya Patung Lilin di Madame Tussauds Hollywood, Setelah Singapura Kini Merambah Amerika

16/10/2026
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Facebook
Terbaru
News

Konser Gratis di Mal Jakarta Selatan Berujung Ricuh, Band Rumah Sakit Tampil di Tengah Keributan

By kanalmusikind23/10/2026

Kanalmusikindonesia.com – Konser gratis bertema nostalgia era 2000-an di sebuah mal di Jakarta Selatan pada…

Gisel dan Gempi hingga Prince Poetiray Bakal Tampil di Enchanted Christmas 2026

22/10/2026

Denny Caknan Bertemu Sosok Mirip Dirinya, Caption Singkatnya Jadi Sorotan

22/10/2026

Mahalini Tampil Berhijab saat Manggung di Aceh, Penampilannya Bikin Pangling

21/10/2026
Tags
Agnez Mo Ahmad Dhani Album Baru Ariel Noah Ari lasso Artis Ayu ting ting band Billkiss Dangdut Dangdut Academy Denny Caknan DPR El Rumi HUT RI ke-80 Isyana Sarasvati JKT48 Juicy Luicy kanal musik Indonesia konser konser Musik lagu baru Lesti Kejora LMKN Mahalini Malaysia manggung menikah meninggal dunia musik musik Indonesia musisi Pasha Ungu Pedangdut penyanyi Piche Kota Rizky Billar Royalti Royalti Musik Sheila On 7 Syifa Hadju Uan Kaisar Vidi Aldiano Viral WAMI

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from Kanal Musik Indonesia

Kanal Musik Indonesia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Info Kerjasama
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • News
  • Video
  • Musik
  • Event
© 2026 Kanal Musik Indonesia. Designed by Kanal Musik Indonesia.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.