Kanalmusikindonesia.com – DJ Katty Butterfly kembali membuka cerita mengenai pengalaman yang disebutnya sebagai salah satu momen tidak menyenangkan dalam perjalanan kariernya sebagai seorang entertainer. Bertahun-tahun setelah kejadian tersebut, Katty akhirnya memutuskan untuk menyampaikan versinya kepada publik.
Keputusan itu diambil setelah peristiwa yang terjadi pada 9 April 2020 kembali menjadi perbincangan dan memunculkan berbagai komentar di media sosial Katty Butterfly serta akun media sosial sebuah venue tempat dirinya dijadwalkan tampil.
Melalui pernyataan yang disampaikan bersama pihak manajemennya, Katty Butterfly mengaku selama ini memilih untuk tidak membawa persoalan tersebut ke ruang publik. Namun, situasi yang kembali ramai membuatnya merasa perlu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dari sudut pandangnya.
Perwakilan manajemen Katty Butterfly, Ika, mengatakan pihaknya sebenarnya tidak ingin memperpanjang persoalan lama tersebut.
“Dari awal sebenarnya kami tidak ingin membawa ini ke ranah publik. Tapi belakangan kembali ramai karena ada beberapa komentar di media sosial Cathy dan juga media sosial venue tempat Cathy akan perform dalam waktu dekat,” ujar Ika kepada awak media.
Menurut Ika, klarifikasi tersebut dilakukan agar publik juga mengetahui kronologi dan sudut pandang dari Katty Butterfly beserta tim manajemennya.
Berangkat dalam Kondisi Tidak Fit Demi Profesionalitas
Ika mengungkapkan, kejadian tersebut bermula ketika Katty Butterfly memiliki jadwal tampil di sebuah klub di Bandung pada 9 April 2020.
Sebelum berangkat, kondisi kesehatan Katty disebut sebenarnya sudah tidak dalam keadaan baik. Meski demikian, Katty dan tim tetap memutuskan untuk berangkat karena ingin memenuhi komitmen pekerjaan.
“Dari sebelum Cathy dan tim berangkat, memang kondisinya sudah kurang enak badan. Tapi kami tetap berusaha menjalankan pekerjaan karena kami berusaha profesional terhadap job yang sudah menjadi tanggung jawab kami,” ungkap Ika.
Setelah tiba di Bandung, pihak manajemen memberikan waktu kepada Katty untuk beristirahat. Harapannya, kondisi sang DJ dapat membaik sebelum jadwal penampilannya dimulai.
Namun, menjelang malam, kondisi Katty justru disebut semakin menurun.
Pihak manajemen kemudian menyadari bahwa Katty tidak lagi memungkinkan untuk melanjutkan pekerjaannya malam itu.
“Mulai agak malam kondisinya semakin drop. Akhirnya tidak bisa melanjutkan kegiatan,” kata Ika.
Prioritaskan Kesehatan Ketimbang Penampilan
Dalam situasi tersebut, manajemen Katty mengaku dihadapkan pada keputusan sulit. Di satu sisi terdapat jadwal penampilan dan komitmen pekerjaan, namun di sisi lain kondisi kesehatan sang artis terus memburuk.
Ika menegaskan, dirinya akhirnya memilih memprioritaskan keselamatan Katty.
“Saya paham sebuah gig itu ada kontrak dan kepentingan lainnya. Tapi lagi-lagi ini masalah kesehatan. Saya fokus pada kondisi KT karena menurut saya sudah tidak bisa dipaksakan,” katanya.
Pihak manajemen kemudian menghubungi perwakilan penyelenggara acara untuk menyampaikan bahwa Katty tidak dapat tampil dan membutuhkan pertolongan medis.
Ika mengatakan dirinya meminta agar Katty segera dibawa ke rumah sakit terdekat.
Permintaan tersebut, menurutnya, sempat disanggupi.
Namun, perjalanan yang awalnya diharapkan menuju rumah sakit justru mengambil arah berbeda.
Perjalanan ke Rumah Sakit Berubah Arah
Katty Butterfly kemudian menceritakan langsung kondisi yang dirasakannya malam itu.
Dengan penuh emosi, Katty mengaku dirinya benar-benar sudah tidak memiliki tenaga untuk melanjutkan aktivitas.
“Aku waktu itu sadar banget kondisi aku benar-benar enggak kuat. Aku sudah usaha mau bangun, mandi, make up, tapi aku tahu kondisi aku sudah tidak bagus. Aku sakit banget,” ungkap Katty.
Katty kemudian meminta kepada manajemen untuk membawanya ke rumah sakit.
“Aku bilang sama Ika, boleh enggak aku ke rumah sakit saja. Aku benar-benar mau diperiksa,” katanya.
Katty mengaku sempat merasa lega ketika mendapat informasi bahwa dirinya akan dijemput untuk dibawa mendapatkan pertolongan medis.
Namun, dalam perjalanan, rombongan disebut justru diminta menuju klub tempat acara berlangsung terlebih dahulu.
Menurut Katty, alasan yang disampaikan adalah agar pihak tertentu dapat melihat secara langsung bahwa dirinya memang sedang sakit.
“Di tengah jalan mereka bilang, boleh enggak kita ke klub dulu supaya orang-orang dan bosnya lihat kamu benar-benar sakit,” ujar Katty.
Pernyataan tersebut menjadi bagian yang paling membekas bagi Katty.
Sebab, dalam kondisi tubuh yang sangat lemah, dirinya justru merasa harus membuktikan bahwa sakit yang dialaminya bukan sesuatu yang dibuat-buat.
“Aku Bukan Pura-Pura Sakit”
Katty menegaskan bahwa kondisi yang dialaminya malam itu benar-benar membuatnya khawatir.
Ia membantah anggapan bahwa dirinya sengaja berpura-pura sakit untuk menghindari kewajiban tampil.
“Aku bukan pura-pura sakit. Aku benar-benar sakit dan aku juga takut karena aku enggak tahu apa yang terjadi sama kondisi tubuh aku,” tegas Katty.
Saat itu, Katty mengaku belum sempat bersiap untuk tampil. Ia masih mengenakan pakaian tidur dan merasa tidak nyaman jika harus turun dari kendaraan di tengah banyaknya orang.
“Aku waktu itu pakai baju tidur. Kondisi aku juga benar-benar berantakan. Aku enggak siap kalau banyak orang lihat aku,” katanya.
Katty bahkan mengaku sempat meminta agar dirinya tidak perlu turun dari kendaraan.
Ia berharap pihak yang ingin memastikan kondisinya dapat melihat dirinya dari dalam mobil.
Namun, menurut pengakuannya, ia tetap diarahkan untuk masuk ke dalam area klub.
Mengaku Tidak Nyaman Dilihat Banyak Orang
Setibanya di lokasi, Katty mengatakan area depan klub saat itu cukup ramai.
Dalam kondisi yang semakin lemah, ia kemudian dibantu menggunakan kursi roda untuk masuk ke dalam venue.
Momen tersebut disebut Katty sebagai salah satu bagian yang paling membuatnya tidak nyaman.
“Aku turun dari mobil dan di depan sudah banyak orang. Mereka lihat kondisi aku. Aku sudah sakit dan benar-benar enggak kuat,” ungkapnya.
Katty mengatakan dirinya kemudian dibawa menuju sebuah ruangan di area klub.
Namun, yang membuatnya semakin terpukul adalah ketika banyak orang disebut melihat kondisi dirinya saat itu.
Ia juga mengaku mengetahui ada orang yang mengambil foto dan video ketika dirinya sedang berada dalam kondisi lemah.
“Banyak orang lihat, ada juga yang foto dan video. Aku benar-benar enggak nyaman dan takut,” katanya.
Baru Dibawa ke Rumah Sakit Setelah Kondisi Memburuk
Menurut keterangan Katty dan manajemennya, mereka sempat berada di salah satu ruangan di area klub selama kurang lebih 30 menit.
Sepanjang waktu tersebut, pihak manajemen disebut terus meminta agar Katty segera dibawa ke rumah sakit.
“Saya masih terus memohon agar kami dibawa ke rumah sakit. Karena kondisi dia memang harus diperiksa,” ujar Ika.
Katty juga mengaku terus meminta hal yang sama.
“Aku cuma mau ke rumah sakit karena aku benar-benar takut,” katanya.
Hingga akhirnya, menurut versi Katty dan manajemennya, kondisi sang DJ semakin memburuk dan pihak yang berada di lokasi memutuskan untuk membawanya mendapatkan penanganan medis.
Bagi Katty, kejadian tersebut bukan sekadar persoalan batal tampil dalam sebuah pekerjaan.
Lebih dari itu, pengalaman tersebut meninggalkan perasaan tidak nyaman karena dirinya merasa harus berada di hadapan banyak orang ketika sedang membutuhkan pertolongan medis.
Memilih Diam Selama Bertahun-tahun
Pihak manajemen mengungkapkan bahwa selama ini Katty Butterfly memilih untuk tidak memperbesar persoalan tersebut.
Mereka tidak ingin konflik lama kembali menjadi konsumsi publik.
Namun, munculnya kembali komentar dan perbincangan di media sosial membuat Katty dan tim akhirnya merasa perlu memberikan penjelasan.
“Kami hanya ingin menyampaikan sudut pandang kami dan kronologi yang kami alami,” kata Ika.
Klarifikasi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada publik mengenai alasan Katty Butterfly dan manajemennya akhirnya kembali membicarakan kejadian yang telah berlangsung beberapa tahun lalu.
Bagi Katty sendiri, cerita tersebut menjadi kesempatan untuk menegaskan satu hal yang selama ini ingin ia sampaikan.
Bahwa pada malam kejadian tersebut, dirinya benar-benar berada dalam kondisi sakit dan membutuhkan pertolongan medis.
“Aku bukan pura-pura. Aku benar-benar sakit dan takut,” pungkas Katty.

