Kanalmusikindonesia.com – Usai sempat merayakan sisi penuh semangat dan berwarna dalam babak sebelumnya, Mamiu, melalui lagu Menarilah dengan Jiwamu, Isyana Sarasvati kembali melanjutkan perjalanan kreatifnya menuju album kelima, EKLEKTIKO.
Perjalanan babak ketiga yang diberi nama Cecilia, ditandai dengan peluncuran langu terbarunya berjudul “I’m on My Way”, yang secara transparan memperlihatkan sisi paling reflektif dari pergulatan batin Isyana.
Bagi Isyana, semua pengalaman hidup, baik berupa anugerah maupun penderitaan, adalah bagian dari perjalanan pulang menuju Tuhan.
“Lagu ini lahir dari momen penuh air mata. Aku merasa bersyukur karena berkat menulis lagu ini aku bisa kembali merasa, mengalami dunia, dan merasa ‘hidup’ kembali,” kata Isyana melalui siaran pers kepada Kanalmusikindonesia, pada Sabtu, 18 Oktober 2025.
“I’m on My Way” diproduksi dan ditulis sendiri oleh Isyana—menampilkan aransemen pop yang lembut namun terasa emosional. Isyana turut menggandeng Lafa Pratomo untuk memperindah lagu ini dengan sentuhan aransemen string. Perpaduan ini menghasilkan komposisi yang megah, namun sekaligus terasa sangat personal, beresonansi kuat dengan nuansa spiritualitas yang mendalam.
Kisah spiritual dalam lagu ini juga diwujudkan secara visual lewat video musik yang digarap oleh Dani Huda. Mengambil latar di Gunung Agung, Bali, khususnya di Savana Tianyar, video ini mengusung dua konsep besar: Manunggaling Kawula Gusti dan Divine Feminine.
Konsep pertama melambangkan penyatuan antara hamba dan Tuhan, sebagai wujud penyerahan diri total kepada kehendak Ilahi. Sementara itu, Divine Feminine menggambarkan energi feminin yang luhur, identik dengan kasih, kreativitas, dan harmoni dengan alam semesta.
Pemilihan Gunung Agung sendiri sangat esensial karena maknanya yang sakral sebagai simbol keagungan Tuhan dan alam semesta. Di sisi lain, hamparan savana menjadi ruang peleburan antara kawula (hamba) dan Gusti (Tuhan)—menyimbolkan inti penyatuan spiritual yang diangkat oleh lagu ini.
Melalui “I’m on My Way,” Isyana Sarasvati mempersembahkan babak paling introspektif dan pribadi dalam “EKLEKTIKO”. Karya ini bukan sekadar musik, melainkan sebuah narasi perjalanan menuju kesadaran, penyembuhan, dan ketenangan jiwa yang terus berlanjut.

