Kanalmusikindonesia.com – Penyanyi sekaligus aktor Ihsan Tarore mengungkapkan perjalanan panjangnya dalam mempertahankan eksistensi di industri hiburan Tanah Air. Setelah mengawali karier lewat ajang pencarian bakat Indonesian Idol pada 2006, Ihsan terus mengembangkan kemampuannya di berbagai bidang, mulai dari tarik suara, seni peran, hingga bisnis kuliner.
Hal itu disampaikan Ihsan Tarore saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
Selama hampir dua dekade berkarier, Ihsan mengaku tidak ingin membatasi dirinya hanya pada satu bidang pekerjaan. Baginya, setiap profesi memiliki tantangan, keuntungan, serta kepuasan tersendiri.
Ketika ditanya mengenai pilihannya antara menjalankan bisnis atau bermain film, Ihsan mengaku tidak bisa menentukan mana yang lebih disukai.
“Aku kalau ditanya lebih suka mana, aduh, nggak bisa milih lagi. Semuanya menghasilkan lagi. Selama waktunya cocok, jalanin aja,” ujar Ihsan.
Menurutnya, bekerja di bidang bisnis dan industri hiburan memberikan pengalaman serta kebahagiaan yang berbeda. Ia juga mengaku merasa lebih bahagia ketika mendapatkan tawaran bermain film.
“Beda kepuasannya, beda kebahagiaannya. Makanya begitu dapat tawaran film itu yang pasti jauh lebih happy,” tuturnya.
Meski demikian, Ihsan tidak ingin membicarakan lebih jauh mengenai nominal penghasilan yang diperolehnya dari berbagai pekerjaan tersebut.
Berjuang Menjaga Eksistensi Selama 20 Tahun
Ihsan menyadari bahwa mempertahankan karier di industri hiburan bukanlah perkara mudah. Sejak mengikuti Indonesian Idol pada 2006, ia terus berusaha menghasilkan karya dan menjaga eksistensinya agar tetap bisa berkarya di tengah persaingan industri yang dinamis.
“Alhamdulillah ya, 20 tahun dijalani dari 2006, after Idol, sampai sekarang. Ya, itu tetap fight, tetap berusaha untuk berkarya, tetap berusaha untuk berkarier,” ungkapnya.
Untuk menjaga keberlangsungan kariernya, Ihsan tidak hanya mengandalkan dunia tarik suara. Ia juga mencoba peruntungan di dunia akting, baik melalui film maupun sinetron, serta menjajal pekerjaan sebagai pembawa acara kuliner.
Menurut Ihsan, setiap bidang memiliki tantangan tersendiri yang harus dihadapi dengan keseriusan.
Dalam dunia musik, misalnya, ia harus mampu membangun kepercayaan pendengar agar lagu yang dibawakannya dapat diterima dan memiliki keterikatan emosional dengan masyarakat.
Sementara dalam seni peran, tantangannya adalah meyakinkan penonton bahwa karakter yang dimainkannya terasa nyata.
Adapun dalam bisnis kuliner, Ihsan harus menjaga kepercayaan pelanggan agar mereka kembali membeli produk yang ditawarkan.
“Bisnis juga gimana caranya kita bisa ngambil hati customer-customer. Kebetulan aku bisnisnya kuliner, jadi gimana caranya bisa ngambil hati pelanggan untuk terus-terusan repeat order,” jelasnya.
Fokus Menjalani Setiap Kesempatan
Meski memiliki sejumlah kesibukan, Ihsan mengaku tetap berusaha memberikan perhatian penuh terhadap pekerjaan yang sedang dijalaninya.
Ia tidak ingin menyebut hanya satu bidang sebagai fokus utamanya. Menurutnya, setiap pekerjaan memiliki prioritas masing-masing, bergantung pada aktivitas yang sedang dilakukan.
Ketika sedang terlibat dalam sebuah proyek film, ia akan memusatkan perhatian pada pekerjaannya sebagai aktor. Begitu pula saat berada di rumah dan mengurus bisnis kulinernya, ia akan fokus pada operasional usaha tersebut.
Ihsan juga merasa bersyukur karena pekerjaannya di industri hiburan memberinya keleluasaan untuk memilih proyek sesuai dengan waktu dan keinginannya.
“Alhamdulillah sih nggak sulit ya, karena kerja di industri entertainment ini kerja yang menyenangkan menurut aku. Kenapa? Waktunya terserah aku,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dirinya merasa beruntung karena memiliki kesempatan untuk menentukan kapan harus bekerja dan kapan bisa beristirahat.
Bisnis Kuliner Jadi Sumber Kebahagiaan
Di luar dunia hiburan, Ihsan ternyata memiliki kecintaan tersendiri terhadap kuliner. Ia mengaku senang memasak dan menikmati makanan, sehingga bisnis kuliner yang dijalaninya terasa dekat dengan kegemarannya.
Bagi Ihsan, makanan bukan sekadar urusan bisnis, melainkan juga sesuatu yang dapat menghadirkan kebahagiaan.
Ia bahkan berseloroh bahwa berat badannya mengalami kenaikan sekitar 12 kilogram. Menurutnya, kegemarannya terhadap makanan menjadi salah satu hal yang membuat berat badannya bertambah.
“Jujur aku lebih suka kuliner. Makanya bisa kelihatan sekarang aku lebih montok ya,” ujarnya sambil bercanda.
“Aku naik berapa kilo, kayaknya ada 12 kilo deh. Jadi lumayan banyak,” lanjutnya.
Ihsan juga menceritakan pengalaman lucu saat menjalani kegiatan promosi film Rambut Sewu Satu Langkah Getih. Dalam salah satu kesempatan, ia harus berpura-pura pingsan di atas panggung.
Adegan tersebut menjadi pengalaman yang mengundang tawa ketika orang-orang di sekitarnya berusaha mengangkat tubuhnya.
Berharap Mendapatkan Jodoh yang Bisa Membahagiakan Ibunda
Tak hanya soal karier dan bisnis, Ihsan juga berbicara mengenai kehidupan pribadinya, khususnya harapan untuk menemukan pasangan hidup.
Di usianya yang kini menginjak 37 tahun, Ihsan mengaku belum ingin menentukan kriteria pasangan secara berlebihan. Baginya, hal terpenting adalah calon pasangan tersebut mampu menerima dirinya sekaligus membuat sang ibunda bahagia.
“Kalau kriteria sendiri mah, aku nggak ada yang macam-macam. Yang penting orangtuaku happy. Karena aku tinggal punya mama, jadi aku harus berharap selain dia bisa memenuhi hatiku, dia juga bisa memenuhi hati mamaku,” ungkapnya.
Ihsan pun mengakui bahwa dirinya pernah memiliki target untuk menikah pada usia 25 tahun. Namun, kenyataannya, hingga kini ia masih menantikan kehadiran pasangan yang tepat.
“Target aku tuh sebenarnya 25, sekarang 37 guys. Udah tua banget, ya Allah,” ucapnya sambil tertawa.
Meski demikian, Ihsan tidak memperlihatkan keinginan untuk terburu-buru. Ia memilih menyerahkan urusan jodoh kepada Tuhan sembari berharap doa-doa baik untuk kehidupannya.
Pilih Menyimpan Masalah Pekerjaan Sendiri
Dalam kesempatan tersebut, Ihsan juga mengungkapkan hubungannya dengan sang ibunda. Ia mengaku bukan tipe orang yang selalu menceritakan masalah pekerjaan atau kesedihan yang sedang dialaminya kepada orang tua.
Menurutnya, ia hanya akan menyampaikan hal-hal yang memang perlu diketahui oleh sang ibunda. Sementara persoalan pekerjaan dan masalah pribadi lainnya lebih sering ia simpan sendiri.
“Kalau punya masalah atau apa-apa sama orang tua, kecuali ada hal-hal yang harus aku sampaikan, pasti aku sampaikan. Tapi kalau misalkan itu masalah pekerjaan, masalah apa yang bikin aku sedih, segala macam, ya udah biar dinikmatin sendiri aja,” jelasnya.
Ihsan juga menggambarkan sosok ibundanya sebagai pribadi yang tidak terlalu menunjukkan perhatian melalui kata-kata manis. Dengan latar belakang keluarga Medan, sang ibunda justru lebih sering menunjukkan perhatian melalui pertanyaan sederhana, seperti apakah dirinya sudah makan atau belum.
Bagi Ihsan, perhatian tersebut sudah cukup menggambarkan kepedulian sang ibunda terhadap dirinya.
Di tengah kesibukan menjalani karier sebagai penyanyi, aktor, serta pengusaha kuliner, Ihsan tetap berusaha menikmati setiap kesempatan yang datang. Sementara untuk urusan asmara, ia masih berharap bisa segera dipertemukan dengan pasangan yang tepat, terutama seseorang yang juga dapat menyayangi dan membahagiakan ibundanya.

