Kanalmusikindonesia.com — Setelah melewati perjalanan panjang dan sempat vakum karena kesibukan masing-masing personel, Mata Air Band akhirnya kembali mengalir lewat single terbaru berjudul “Perfume”. Lagu yang dijadwalkan rilis pada 19 Oktober 2026 di seluruh platform musik digital ini menjadi penanda babak baru perjalanan musikal band pop rock asal Jakarta tersebut.
Mata Air Band yang beranggotakan Lobow, Silvan, dan Denny bukanlah nama baru di industri musik Indonesia. Sekitar 2004, mereka pernah merilis album di bawah naungan Universal Music. Sejumlah lagu, termasuk “Andai” dan “Kunanti Kau Malam Ini”, sempat menghiasi layar televisi dan gelombang radio, membawa nama Mata Air Band dikenal oleh para penikmat musik pada masanya.
Namun, perjalanan bermusik mereka sempat terhenti ketika masing-masing personel disibukkan dengan aktivitasnya. Waktu berlalu, tetapi ikatan persahabatan dan kecintaan terhadap musik tetap menyimpan ruang untuk kembali bersama.
Kini, ketiganya kembali berkumpul dan mengaktifkan Mata Air Band. “Perfume” menjadi karya pembuka dari momentum reuni tersebut, sekaligus simbol kembalinya mereka untuk berkarya, berbagi cerita, dan merajut kembali perjalanan musikal yang sempat terhenti.
“Ada kesamaan antara cerita ‘Perfume’ dengan perjalanan kami. Kadang sesuatu yang sudah lama kita tinggalkan ternyata tidak pernah benar-benar hilang. Ketika kembali muncul, semua rasa dan kenangannya seperti kembali lagi,” ujar Lobow/Silvan/Denny dalam rilisan yang diterima kanal musik Indonesia.com pada (19/10/2026).
“Perfume”, Ketika Aroma Membuka Pintu Kenangan
Ada kenangan yang tidak pernah benar-benar berakhir. Terkadang, kenangan itu hanya tersimpan jauh di sudut ingatan, menunggu sebuah momen untuk kembali muncul. Salah satunya melalui aroma parfum yang tiba-tiba membawa seseorang pada masa lalu, menghadirkan kembali sosok, perasaan, dan cerita yang pernah begitu berarti.
Gagasan itulah yang menjadi napas lagu “Perfume”. Lagu ini mengangkat hubungan antara aroma, memori, dan cinta yang tak pernah benar-benar usai. Sebuah aroma sederhana bisa menjadi penghubung menuju pengalaman emosional yang sulit dilupakan, bahkan ketika waktu telah membawa seseorang jauh dari masa tersebut.
Bagi Mata Air Band, makna “Perfume” terasa semakin personal. Lagu ini bukan sekadar karya baru, melainkan juga pengingat akan perjalanan yang pernah mereka lalui bersama. Seperti aroma yang menghidupkan kembali kenangan, musik menjadi medium yang mempertemukan mereka dengan cerita lama sekaligus membuka lembaran baru.
Satu lagu dapat membawa seseorang kembali ke suatu masa. Satu melodi dapat mengingatkan kita pada sosok tertentu. Begitu pula sebuah nama band yang mampu membangkitkan kenangan tentang perjalanan, persahabatan, dan karya-karya yang pernah menjadi bagian dari kehidupan pendengarnya.
Berawal dari Ide Lobow, Dikembangkan Bersama
Dari sisi kreatif, “Perfume” berangkat dari ide awal Lobow yang kemudian dikembangkan dan disempurnakan bersama Silvan dan Denny. Lobow bertindak sebagai penulis lagu dan lirik, sementara musiknya digarap oleh Mata Air Band.
Proses kreatif bersama tersebut menjadi bagian penting dari kembalinya mereka. Tidak hanya menyatukan kembali tiga personel dalam sebuah proyek musik, “Perfume” juga menghadirkan ruang untuk berbagi gagasan, bertukar cerita, dan menikmati kembali kebersamaan yang telah lama menjadi bagian dari identitas Mata Air Band.
“Perfume” pun memiliki dua makna yang saling berhubungan. Di satu sisi, lagu ini berbicara tentang kenangan dan perasaan yang tersimpan dalam kehidupan seseorang. Di sisi lain, lagu ini merefleksikan perjalanan Mata Air Band sendiri—sebuah perjalanan yang sempat terhenti, tetapi tidak sepenuhnya berakhir.
Bagi mereka, kembali bermusik bukan sekadar mengulang masa lalu. Ada kesempatan untuk membawa pengalaman yang telah dilewati ke dalam karya baru, sekaligus memperkenalkan kembali karakter musikal Mata Air Band kepada pendengar.
Babak Baru Perjalanan Mata Air Band
Kembalinya Mata Air Band melalui “Perfume” menjadi pengingat bahwa waktu dan jarak tidak selalu menghapus sesuatu yang pernah berarti. Ada persahabatan yang tetap terjaga, ada kecintaan terhadap musik yang terus hidup, dan ada cerita yang akhirnya menemukan jalannya untuk kembali disampaikan.
Seperti aroma parfum yang membawa seseorang pada kenangan lama, “Perfume” diharapkan dapat menghubungkan Mata Air Band dengan pendengar lama sekaligus menjangkau generasi pendengar baru.
Single ini dijadwalkan hadir pada 19 Oktober 2026 di seluruh platform musik digital. Lewat “Perfume”, Mata Air Band membuka kembali perjalanan mereka dengan sebuah pesan sederhana: beberapa hal mungkin sempat ditinggalkan, tetapi tidak selalu benar-benar hilang.
Tentang Mata Air Band
Mata Air Band merupakan grup musik pop rock asal Jakarta yang beranggotakan Lobow, Silvan, dan Denny. Setelah merilis album di bawah label Universal Music sekitar 2004 dan melewati masa vakum, mereka kini kembali aktif melalui single terbaru “Perfume”, yang mengangkat tema aroma, kenangan, cinta, dan persahabatan.

