Kanalmusikindonesia.com – Ade Govinda mengungkapkan bahwa keluarnya Muhammad Irfan Hadari dari band Govinda dilatarbelakangi perbedaan visi dan komitmen. Persoalan tersebut, kata Ade, sebenarnya telah dibicarakan sejak empat tahun lalu sebelum akhirnya mencapai keputusan saat ini.
Hal itu disampaikan Ade saat ditemui di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).
Ade mengatakan, kedua pihak telah berusaha memperbaiki keadaan dan mencari jalan tengah. Namun, upaya tersebut belum membuahkan kesepakatan.
“Ini sudah obrolan dari empat tahun yang lalu sebenarnya. Jadi memang baru pecahnya sekarang,” ujar Ade.
Menurutnya, komitmen menjadi hal penting dalam perjalanan Govinda yang telah berjalan selama 18 tahun. Perbedaan pandangan mengenai hal tersebut akhirnya membuat mereka tidak bisa melanjutkan kebersamaan dalam formasi sebelumnya.
Meski demikian, Ade menegaskan hubungannya secara pribadi dengan mantan vokalis tersebut masih baik-baik saja.
“Kalau sama Ivan, jujur aku masih baik-baik aja,” katanya.
Govinda Tegaskan Aturan Membawakan Lagu
Ade juga menjelaskan bahwa lagu-lagu Govinda tidak lagi bisa dibawakan secara terpisah oleh mantan vokalisnya. Ia menyebut sudah ada kesepakatan tertulis yang mengatur persoalan tersebut.
Menurut Ade, hal itu bukan semata-mata berkaitan dengan royalti, melainkan komitmen serta upaya menjaga keberlangsungan Govinda.
“Ini sudah bukan masalah bayar royalti. Ini sudah masalah komit dan biar Govindanya selalu hidup,” tuturnya.
Siapkan Vokalis Baru dan Karya Berikutnya
Setelah perubahan formasi, Govinda mulai mencari vokalis baru. Ade menyebut sudah banyak pihak yang menawarkan kandidat untuk mengisi posisi tersebut.
Untuk sementara, band itu berencana menjalani sejumlah kolaborasi sambil mempersiapkan karya baru. Ade memastikan materi lagu untuk proyek berikutnya sudah tersedia dan tinggal disesuaikan dengan formasi baru.
“Tahun depan, tapi lagunya udah ada malah. Jadi sebenarnya tinggal penyesuaian aja,” ujarnya.
Sedih Setelah 18 Tahun Bersama
Ade mengakui perpisahan tersebut menimbulkan kesedihan bagi kedua belah pihak. Terlebih, keputusan itu terjadi hanya sehari sebelum Govinda merayakan hari jadi ke-18.
“Sedih kan pasti, siapa pun pasti sedih. Saya yakin di pihak Ivan, di pihak kita juga sedih. Aku juga sangat sedih. Tapi memang udah harus dihadapin aja sih,” kata Ade.
Ia juga tidak menampik adanya konflik di internal band. Namun, Ade kembali menegaskan bahwa perbedaan visi dan misi menjadi persoalan utama di balik perubahan formasi tersebut.
Ke depan, Govinda akan melanjutkan perjalanan dengan tiga personel yang tersisa sembari mencari vokalis baru dan mempersiapkan karya berikutnya.

