Close Menu
  • News
  • Musik
  • Event
  • Video
  • Info Kerjasama
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • News
  • Video
  • Musik
  • Event
Terbaru

Juicy Luicy Akhirnya Buka Suara soal Batal Manggung di Batam, Ungkap Drama Tiket hingga Biaya Bagasi Rp64 Juta

11/09/2026

Bagasi Capai 400 Kg, Fiersa Besari Ungkap Tantangan di Balik Jadwal Manggung

11/09/2026

Anji Tegaskan Hubungan Keluarga Baik-baik Saja, Bicara Quality Time hingga Polemik Juicy Luicy

11/09/2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from Kanal Musik Indonesia

Facebook X (Twitter) Instagram
X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Kanal Musik IndonesiaKanal Musik Indonesia
INFORMASI
  • News
  • Musik
  • Event
  • Video
Kanal Musik IndonesiaKanal Musik Indonesia
Musik

Ruth Sahanaya Rilis EP “Merindu” di Momen Ulang Tahun, Sebut Karya Ini sebagai Bentuk Tanggung Jawab Setelah 42 Tahun Berkarya

kanalmusikindBy kanalmusikind01/09/2026No Comments7 Mins Read
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email WhatsApp Copy Link Telegram

Kanalmusikindonesia.com — Penyanyi senior Ruth Sahanaya kembali menyapa industri musik Tanah Air lewat karya terbarunya. Di momen ulang tahunnya, Ruth Sahanaya meluncurkan sebuah EP terbaru bertajuk “Merindu”, yang disebutnya sebagai salah satu karya paling spesial sepanjang perjalanan kariernya.

Bagi perempuan yang akrab disapa Mama Uteh itu, peluncuran EP tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Momen itu ternyata bukan sebuah kebetulan, melainkan telah dipersiapkan oleh sang manajer bersama suaminya, Jeffrey Waworuntu.

“Hari ini momen spesialnya ada dua. Pertama, saya meluncurkan IP saya yang terbaru. Dan yang kedua, spesialnya adalah bertepatan dengan hari ulang tahun saya,” ujar Ruth Sahanaya.

Ia mengungkapkan, ide tersebut merupakan cita-cita Jeffrey Waworuntu untuk memberikan hadiah spesial kepada sang istri.

“Memang itu sudah diatur oleh Pak Manager, diusahakan sedemikian rupa dan memang itu cita-citanya dari Jeffrey Waworuntu, suamiku, bahwa dia akan memberi hadiah kepada saya yaitu ini,” tuturnya.

Proses Produksi Memakan Waktu Sekitar Enam Bulan

EP “Merindu” tidak lahir secara instan. Ruth mengatakan, proses penggarapan karya tersebut telah dimulai sejak tahun lalu, termasuk pemilihan lagu dan proses rekaman.

Menurutnya, jika dihitung sejak proses produksi mulai berjalan hingga akhirnya EP tersebut dirilis, dibutuhkan waktu sekitar enam bulan.

“Lumayan sih, ya. Ini sudah dari tahun lalu kita pilih-pilih lagunya dan ada yang sudah mulai direkam juga tahun lalu. Jadi hitung itu boleh berapa lama, kira-kira dari mulai aku bikin lagu sampai ini ada enam bulanan,” ungkapnya.

Judul “Merindu” dipilih karena lagu yang menjadi andalan dalam EP tersebut sekaligus menghadirkan warna musik yang belum pernah dibawakan Ruth sebelumnya.

Ia menyebut terdapat sentuhan latin dalam salah satu karya di dalamnya. Namun, lebih dari sekadar tema lagu, kata “merindu” juga menggambarkan kerinduannya untuk kembali menciptakan sebuah karya musik setelah cukup lama vakum.

“Karena yang dijagoin lagu itu dan kebetulan ini menjadi salah satu warna musik yang belum pernah saya bawakan sebelumnya. Ini ada latin-latin sedikit,” jelas Ruth.

Baca Juga :  Momen Anggun C Sasmi Pamer Pelukan Bareng Agnez Mo

“Sekaligus merupakan rasa merindu saya terhadap membuat suatu karya lagi,” lanjutnya.

Delapan Tahun Tak Membuat Karya, Ruth Akui Banyak Tantangan

Ruth Sahanaya mengaku sudah cukup lama tidak membuat karya baru. Ia menyebut jaraknya mencapai sekitar delapan tahun sejak terakhir kali membuat karya serupa.

Kembali memproduksi karya secara mandiri membuatnya menyadari bahwa proses di balik sebuah album atau EP tidak sederhana. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya adalah persoalan biaya produksi.

“Delapan tahun yang lalu, sudah lama, lama banget,” katanya.

Menurut Ruth, persoalan jadwal maupun pemilihan lagu sebenarnya masih dapat disiasati. Namun, ketika terjun langsung dalam proses produksi, ia baru merasakan besarnya biaya yang harus dipersiapkan.

“Struggle-nya banyak, terutama dalam akhirnya, dalam hitung-hitungan soal dana. Ternyata aku, ‘Wah, ternyata banyak banget ya biaya yang harus dikeluarkan ketika kita membuat album sendiri, memproduksi sendiri’,” ungkapnya.

Ia pun mengaku baru benar-benar memahami berbagai detail produksi karena kali ini terlibat langsung sejak awal.

“Intinya saya nggak nyangka aja, ternyata memproduseri sebuah album, sebuah EP itu ternyata nggak sedikit,” ujar Ruth.

Bukan Sekadar Kangen, Ini Bentuk Tanggung Jawab sebagai Penyanyi

Kembalinya Ruth Sahanaya ke dapur rekaman juga bukan semata-mata karena rasa rindu terhadap dunia musik.

Ia menilai seorang penyanyi memiliki tanggung jawab untuk terus meninggalkan karya dalam bentuk rekaman, bukan hanya tampil di atas panggung.

“Sebetulnya buat saya ini kan salah satu tanggung jawab. Tanggung jawab kita sebagai penyanyi. Selain kita manggung-manggung, menyanyi terus, ya harus ada juga rekamannya,” kata Ruth.

Karena itu, EP “Merindu” menjadi salah satu bentuk tanggung jawabnya sebagai seorang penyanyi yang telah puluhan tahun berkarier.

Di Usia 42 Tahun Berkarya, Ruth Sahanaya Belajar Mengendalikan Ego

Memasuki 42 tahun perjalanan di industri musik, Ruth Sahanaya merasa karya terbarunya memiliki nilai yang berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya.

Bukan berarti karya-karya terdahulu tidak spesial. Namun, kali ini Ruth terlibat langsung dalam berbagai tahapan produksi sehingga memiliki pengalaman yang lebih personal terhadap karya tersebut.

Baca Juga :  Penampilan Iqbaal Ramadhan Kebanting Ketika Foto Bareng Fansnya, Tuai Beragam Komentar Netizen!

“Artinya ini mungkin menjadi salah satu karya terbaik selama 42 tahun. Sebenarnya karya-karya sebelumnya juga baik sih. Cuma untuk kali ini buat saya lebih spesial lagi,” ujarnya.

“Karena saya turun langsung. Saya mengetahui segala sesuatunya dari awal. Jadi buat saya ini terasa amat sangat spesial,” lanjutnya.

Dalam perjalanan panjangnya sebagai penyanyi, Ruth juga menyadari pentingnya mengendalikan ego, terutama ketika menghadapi perubahan selera musik dan perkembangan industri.

“Kalau buat aku, ego yang lebih bisa kita kendalikan. Ego kita,” ungkapnya.

Menurut Ruth, status sebagai penyanyi senior tidak lantas membuat seseorang bisa berhenti beradaptasi. Justru, semakin lama berada di industri, seorang musisi harus semakin peka terhadap perkembangan zaman.

Ruth Sahanaya Pilih Beradaptasi dengan Perubahan Zaman

Ruth mengaku bersyukur masih mendapat tempat di industri musik setelah 42 tahun berkarya. Namun, ia menyadari bahwa bertahan di industri bukan hanya soal nama besar atau senioritas.

Baginya, musisi harus tetap peka terhadap perkembangan musik dan bersedia beradaptasi dengan tren yang sedang berkembang.

“Saya bersyukur saya masih bisa diterima di industri ini. Tapi dengan catatan, yaitu kita harus peka dan harus tetap bisa mau beradaptasi,” tegasnya.

Ruth menilai tidak ada jaminan bahwa status sebagai penyanyi senior akan membuat seseorang terus dicari dan ditunggu publik.

“Bukan berarti kita senior lalu kita merasa, ‘Ah, pasti kita masih dicari, masih ditunggu.’ Yang lain juga begitu,” katanya.

Menurutnya, karya tetap menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan eksistensi seorang musisi.

“Kalau nggak ada karyanya dan karyanya juga tidak mau berusaha untuk mengikuti atau beradaptasi dengan tren yang ada sekarang, ya akan tenggelam juga,” lanjut Ruth.

Karena itu, ia memilih untuk terus belajar membaca perkembangan zaman tanpa harus kehilangan identitas sebagai seorang penyanyi.

“Jadi intinya ya beradaptasi aja dan peka aja,” ujarnya.

“Merindu” Juga Hadir dalam Format Vinyl

Tidak hanya menghadirkan karya dalam format digital, Ruth Sahanaya juga menghadirkan “Merindu” dalam bentuk vinyl.

Keputusan tersebut diambil karena ia melihat adanya kembali ketertarikan masyarakat terhadap format fisik, khususnya vinyl.

Baca Juga :  Swag Edisi Spesial Bertajuk 'All You Can Hear Gig' di Kala Blok M, Meriah Banget!

“Saya melihat bahwa tren sekarang orang sudah mulai lagi untuk mencari atau ingin mendengarkan vinyl. Jadi buat saya, ya kenapa enggak kita bikin aja juga sekarang vinyl,” jelasnya.

Menurut Ruth, keberadaan vinyl tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menjawab kerinduan masyarakat terhadap pengalaman menikmati musik dalam bentuk fisik.

“Orang sekarang sudah lebih rindu juga dengan fisik,” katanya.

Meski begitu, Ruth tidak secara khusus melihat proyek tersebut hanya sebagai upaya bernostalgia. Menurutnya, nuansa nostalgia justru lebih terasa melalui warna musik yang dihadirkan.

Ia menilai musik yang kini populer dengan istilah seperti city pop sebenarnya memiliki kemiripan dengan warna musik yang sudah berkembang sejak era 1990-an.

“Kalau ngomong throwback, ya mungkin agak dari segi lagu-lagunya. Karena lagu-lagu itu kalau boleh dibilang saya rasa kayaknya itu hanya istilah aja yang berubah, kayak city pop, sekarang dibilangnya city pop,” ujarnya.

“ Tapi sebenarnya kalau kita mendengarkan lagi itu adalah lagu-lagu tahun 90-an, aransemen dengan warna musik tahun 90-an,” sambung Ruth.

Baginya, hal tersebut menjadi semacam cara untuk mengenang kembali warna musik yang pernah populer pada masanya, sekaligus mengemasnya agar dapat diterima oleh pendengar masa kini.

Bersyukur Masih Bisa Berkarya dan Menghibur

Setelah melewati perjalanan panjang selama 42 tahun di industri musik, Ruth Sahanaya tidak banyak meminta hal lain selain terus diberikan kesempatan untuk berkarya.

Ia memaknai perjalanan kariernya dengan rasa syukur karena hingga saat ini masih dapat membuat karya dan menghibur masyarakat.

“Bersyukur aja sih. Saya rasa nggak ada kata lain yang tepat selain bersyukur,” ungkap Ruth.

“Sampai detik ini masih bisa mempunyai karya, masih bisa untuk menghibur, masih bisa,” pungkasnya.

Peluncuran EP “Merindu” sekaligus menjadi penanda bahwa perjalanan Ruth Sahanaya di dunia musik belum berakhir. Di tengah perubahan zaman dan tren musik yang terus bergerak, ia memilih untuk tetap berkarya, membuka diri terhadap perkembangan industri, serta mempertahankan semangat untuk menghibur para pendengarnya.

Diva Legend musik musisi penyanyi Ruth Sahanaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
kanalmusikind
  • Website

Related Posts

Musik By kanalmusikind

Juicy Luicy Akhirnya Buka Suara soal Batal Manggung di Batam, Ungkap Drama Tiket hingga Biaya Bagasi Rp64 Juta

11/09/2026
Musik By kanalmusikind

Bagasi Capai 400 Kg, Fiersa Besari Ungkap Tantangan di Balik Jadwal Manggung

11/09/2026
Musik By kanalmusikind

Anji Tegaskan Hubungan Keluarga Baik-baik Saja, Bicara Quality Time hingga Polemik Juicy Luicy

11/09/2026
News By kanalmusikind

Nadin Amizah Respon Ramainya Kasus Juicy Luicy Batal Tampil Gegara Kelebihan Bagasi

10/09/2026
Leave A Reply Cancel Reply

kanalmusikindonesia

📢 'DIGITAL PLATFORM MEDIA'
🔊 Musik, Event & Media
📧 : kanalmusikind@gmail.com

- Natural banget, duet kecil ini terasa seperti ko - Natural banget, duet kecil ini terasa seperti konser mini versi paling manis dimana tanpa ada panggung dan penonton, hanya ibu dan anak menikmati musik bersama. Kalau begini, siapa yang nggak ikut gemas melihatnya? 🥹#KanalMusikIndonesia #ibudananak #ViralVideo #CoverLagu #Fyp(📽: mariaekaa)
Follow on Instagram
Media sosial Kanal Musik
Dens Digital payment
PILIHAN KAMI

Juicy Luicy Akhirnya Buka Suara soal Batal Manggung di Batam, Ungkap Drama Tiket hingga Biaya Bagasi Rp64 Juta

11/09/2026

Bagasi Capai 400 Kg, Fiersa Besari Ungkap Tantangan di Balik Jadwal Manggung

11/09/2026

Anji Tegaskan Hubungan Keluarga Baik-baik Saja, Bicara Quality Time hingga Polemik Juicy Luicy

11/09/2026

Nadin Amizah Respon Ramainya Kasus Juicy Luicy Batal Tampil Gegara Kelebihan Bagasi

10/09/2026
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Facebook
Terbaru
Musik

Juicy Luicy Akhirnya Buka Suara soal Batal Manggung di Batam, Ungkap Drama Tiket hingga Biaya Bagasi Rp64 Juta

By kanalmusikind11/09/2026

Kanalmusikindonesia.com  – Band Juicy Luicy akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait polemik pembatalan penampilan mereka dalam…

Bagasi Capai 400 Kg, Fiersa Besari Ungkap Tantangan di Balik Jadwal Manggung

11/09/2026

Anji Tegaskan Hubungan Keluarga Baik-baik Saja, Bicara Quality Time hingga Polemik Juicy Luicy

11/09/2026

Batal Manggung Gara-gara Bagasi Penuh, Uan Vokalis Juicy Luicy Beri Pembelaan

10/09/2026
Tags
Agnez Mo Ahmad Dhani Album Baru Ariel Noah Ari lasso Artis Ayu ting ting band Billkiss Breaking News Dangdut Denny Caknan Dj Panda DPR Erika Carlina HUT RI ke-80 Isyana Sarasvati JKT48 Juicy Luicy konser konser Musik lagu baru Lesti Kejora LMKN Mahalini Malaysia menikah meninggal dunia musik musik Indonesia musisi Pasha Ungu Pedangdut penonton penyanyi Piche Kota Rizky Billar Royalti Royalti Musik Sheila On 7 Single Baru Uan Kaisar Vidi Aldiano Viral WAMI

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from Kanal Musik Indonesia

Kanal Musik Indonesia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Info Kerjasama
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • News
  • Video
  • Musik
  • Event
© 2026 Kanal Musik Indonesia. Designed by Kanal Musik Indonesia.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.